“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat. Saya copot itu kepala dinasnya, saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan untuk mencari tahu siapa yang bertanggungjawab,” tegas Eri.
Eri menegaskan ketegasannya bukan semata‑mata karena korban masih kerabatnya, melainkan demi keselamatan seluruh warga Surabaya. Menurutnya, pembangunan penanggulangan banjir tetap harus berjalan namun tidak boleh mengorbankan nyawa rakyat.
“Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” ucapnya.
Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Eri menyampaikan permohonan maaf yang sebesar‑besarnya kepada keluarga korban dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk ikut mengawasi dan melaporkan proyek yang dinilai berbahaya atau belum dilengkapi penanda keamanan yang memadai.
“Saya mohon bantuan warga kota. Jika melihat ada proyek yang tidak ada penandanya, tolong segera laporkan ke hotline saya. Biar kami bisa memberikan sanksi dan mengantisipasi sebelum jatuh korban, bukan bergerak setelah ada kejadian,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mempercepat penurunan angka stunting kembali mendapat…
Usai meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada laga perdana Grup B Piala Presiden…
Dua pihak yang menjadi sorotan publik dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Surabaya telah…
Penataan perdagangan unggas di Pasar Baba'an Baru dan Pasar Wonokromo segera diberlakukan. Aturan pokok yang…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menegaskan ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak kembali menuai…
This website uses cookies.