Categories: Surabaya

Proyek Saluran Air Korbankan Warga Surabaya hingga Meninggal Dunia, Wali Kota Eri Janji Copot Pejabat

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, datang langsung menyampaikan rasa duka cita mendalam ke kediaman Edhy Parlyn di Jalan Kawatan 7, Bubutan, Sabtu (13/6) malam.

Edhy merupakan suami dari almarhumah Laila Endriati yang meninggal dunia akibat kecelakaan terperosok ke dalam lubang proyek saluran air di kawasan Margorejo Indah, tepat di depan Plaza Marina, pada Jumat (12/6) sekitar pukul 19.55 WIB.

Dalam kunjungannya, Eri mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan sekadar hilangnya nyawa seorang warga, melainkan duka keluarga. Ia mengakui almarhumah masih memiliki hubungan kerabat dekat.

Kabar duka tersebut baru ia ketahui pada Sabtu pagi, tepat setelah pulang dari ibadah haji dan saat masa cutinya belum berakhir.

“Kampung Kawatan ini adalah kampung yang kekeluargaannya luar biasa. Saya lahir di sini, yang ikut membesarkan saya, ya Mbak Endri dan Cak Sera. Makanya tadi pagi saya minta izin ke keluarga untuk datang malam hari setelah salat Isya, agar bisa ikut tahlilan sekaligus silaturahmi lebih lama, bukan sekadar bersalaman lalu pulang,” ujar Eri.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan istri saat takziah ke rumah korban laka lalu lintas akibat terperosok saluran air di Margorejo Surabaya. (Foto: Istimewa)

Dari percakapan dengan keluarga korban, diketahui di lokasi proyek sebenarnya sudah dipasang pembatas, namun penempatannya tidak rapat sehingga menyisakan celah di bagian tengah. Celah itulah yang tanpa sengaja dimasuki sepeda motor yang dikendarai korban saat melintas pada malam hari.

Merespons hal ini, Eri menegaskan akan menjatuhkan sanksi berat bagi pihak yang terbukti lalai. Ia akan meneliti secara menyeluruh penerapan standar operasional dan kesesuaian pengamanan proyek dengan dokumen Rencana Kerja dan Syarat‑Syarat.

“Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan kepala dinas. Karena kemarin saya cuti, saya tidak bisa memberikan teguran. Tapi hari ini cuti saya sudah berakhir. Saya berikan teguran keras. Saya akan lihat dokumen pengamanannya seperti apa. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat‑beratnya,” tegasnya.

Ia bahkan tidak segan‑segan mengambil langkah pemecatan jika hasil investigasi menemukan kelalaian berat dari jajaran pemerintah kota.

Ia meminta laporan lengkap dari Inspektorat dalam waktu tiga hingga empat hari guna menentukan siapa yang bertanggung jawab, baik Pimpinan Proyek maupun Kepala Dinas terkait.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

163 Jukir di Surabaya Diberhentikan, Dishub: Penertiban demi Transparansi dan Peningkatan PAD

Sebanyak 163 juru parkir (jukir) Tepi Jalan Umum (TJU) di berbagai titik diberhentikan oleh Dinas…

5 hours ago

Angka Kematian Jemaah Haji Jatim Paling Tinggi, Kemenhaj Perketat Syarat Kesehatan Tahun Depan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti jumlah jemaah haji asal Jawa…

16 hours ago

Imbangi Swiss lewat Gol Dramatis di Menit Akhir, Qatar Ukir Sejarah di Piala Dunia

Timnas Qatar mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan raihan satu poin. Mereka menahan imbang…

17 hours ago

Keliling Kota Piala Dunia 2026 #1: Mercedes-Benz Stadium, Lemon Pepper Wings, dan Jejak Martin Luther King Jr di Atlanta

Bagi suporter yang berencana menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Atlanta layak masuk…

23 hours ago

Cegah Krisis Sampah, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Penanganan dari Hulu ke Hilir

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sistem pengelolaan sampah melalui penguatan Tempat Pengolahan…

1 day ago

AS Berpesta atas Paraguay 4-1, Gol Terakhir Trivela ala Quaresma

Tim nasional Amerika Serikat membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas…

1 day ago

This website uses cookies.