Kondisi struktur di lantai dua ruko yang terbakar pun dinilai sudah tidak aman.
“Pagi saja sudah ada bagian yang ambruk lagi, sudah tidak layak ditinggali. Tapi untuk lantai satu aman, mayoritas lantai satu masih bisa ditempati,” papar Anang.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 1 Kelurahan Simokerto, Syaiful Rachman, membenarkan bahwa korban memang biasa tinggal di lantai dua.
Sedangkan lantai satu digunakan sebagai tempat usaha menjual dan merakit sepeda anak.
Menurut keterangan warga, api tampak muncul dari bagian belakang bangunan.
“Saya menduga sumber api berasal dari korsleting listrik di lantai dua. Iya, kobaran api terlihat dari belakang, kata warga yang lain juga begitu. Untuk bagian lantai dasar kondisinya aman dari kobaran api,” ungkap Syaiful.
Untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya menerjunkan 15 unit armada pemadam lengkap dengan tim penyelamat.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa jenazah korban ditemukan dalam posisi tengkurap tepat di depan kamar mandi lantai dua.
“Pakaiannya masih utuh, hanya sebagian saja yang terbakar. Jadi kemungkinan besar korban sedang berusaha keluar dari ruangan, namun terpapar asap tebal lebih dulu,” jelas Laksita.
Terkait penyebab pasti kebakaran, Laksita mengaku pihaknya belum dapat memastikan secara rinci.
Ia hanya menjelaskan bahwa di lantai dua terdapat banyak barang berbahan plastik yang mudah terbakar sehingga memperbesar kobaran api dengan cepat.
“Kami tunggu pihak kepolisian untuk hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) secara lengkap ya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Laksita menyampaikan bahwa pihaknya akan memperluas dan menggencarkan sosialisasi serta edukasi bahaya kebakaran ke seluruh masyarakat.
Langkah ini diambil mengingat dalam kurun waktu satu bulan terakhir, telah terjadi dua kali insiden kebakaran yang merenggut korban jiwa di wilayah Surabaya.
Edukasi akan difokuskan pada potensi pemicu kebakaran, mulai dari instalasi kelistrikan, penggunaan kompor, hingga peralatan gas.
“Kami akan gencarkan edukasi di masing-masing kelurahan dan pemukiman ya, agar warga lebih waspada dan paham cara mencegah serta menghadapi kebakaran,” pungkasnya. (ahm)

