Ruko di Jalan Sidoyoso IV Surabaya Terbakar, Satu Lansia MD Terjebak di Lantai Dua

Di lokasi tersebut terdapat tiga unit ruko yang berjejer di lokasi kejadian. Ruko milik Biantoro berada di sisi barat dengan bentuk huruf L, di mana bagian belakang lantai dua merupakan tempat tinggal korban.

Biantoro menjelaskan, istrinya memang biasa menempati lantai dua karena letaknya berdekatan dengan ventilasi udara, mengingat istrinya tidak kuat jika terkena pendingin ruangan.

Pasangan suami istri itu telah menempati ruko tersebut selama lebih dari 10 tahun.

Jenazah TLW kemudian ditemukan di dekat pintu depan kamar mandi di lantai dua. Mendapati fakta itu, penyesalan mendalam terlihat jelas di wajah Biantoro.

“Istri saya tidak bisa kena AC jadi tidur di atas. Saya getun (menyesal), kenapa saya tidak terobos saja masuk ke dalam,” ujarnya.

Saksi mata sekaligus pemilik ruko di sisi paling timur, Anang, menceritakan bahwa api pertama kali terlihat tak lama setelah pertandingan final Liga Champions Eropa usai.

Saat itu, ia dan sejumlah warga sedang menonton bareng di dekat pos satpam. Saat mencium bau kayu terbakar dan melihat kepulan asap, warga langsung berinisiatif berusaha memadamkan api.

“Ada beberapa APAR yang kami pakai, tapi tidak mempan. Warga lain sudah langsung kontak layanan darurat 112 dan juga melapor ke kantor kelurahan Tambak Rejo untuk meminta bantuan petugas,” jelas Anang.

Bersamaan dengan upaya pemadaman, Anang dan warga lain juga sigap mengamankan aset serta mencegah risiko ledakan.

Sebagai agen penyalur gas elpiji, ia memindahkan sekitar 20 tabung elpiji ukuran 3 kilogram keluar dari bangunan, juga menyelamatkan dokumen-dokumen penting.

“Ya, kami agen LPG, jadi keluarkan semua, surat-surat penting juga. Antisipasi saja, jangan sampai ikut meledak kalau kena api,” imbuhnya.

Api beruntung tidak merambat ke ruko miliknya. Namun, ruko yang berada di bagian tengah mengalami kerusakan pada bagian langit-langit lantai dua.

Di lokasi tersebut terdapat tiga unit ruko yang berjejer di lokasi kejadian. Ruko milik Biantoro berada di sisi barat dengan bentuk huruf L, di mana bagian belakang lantai dua merupakan tempat tinggal korban.

Biantoro menjelaskan, istrinya memang biasa menempati lantai dua karena letaknya berdekatan dengan ventilasi udara, mengingat istrinya tidak kuat jika terkena pendingin ruangan.

Pasangan suami istri itu telah menempati ruko tersebut selama lebih dari 10 tahun.

Jenazah TLW kemudian ditemukan di dekat pintu depan kamar mandi di lantai dua. Mendapati fakta itu, penyesalan mendalam terlihat jelas di wajah Biantoro.

“Istri saya tidak bisa kena AC jadi tidur di atas. Saya getun (menyesal), kenapa saya tidak terobos saja masuk ke dalam,” ujarnya.

Saksi mata sekaligus pemilik ruko di sisi paling timur, Anang, menceritakan bahwa api pertama kali terlihat tak lama setelah pertandingan final Liga Champions Eropa usai.

Saat itu, ia dan sejumlah warga sedang menonton bareng di dekat pos satpam. Saat mencium bau kayu terbakar dan melihat kepulan asap, warga langsung berinisiatif berusaha memadamkan api.

“Ada beberapa APAR yang kami pakai, tapi tidak mempan. Warga lain sudah langsung kontak layanan darurat 112 dan juga melapor ke kantor kelurahan Tambak Rejo untuk meminta bantuan petugas,” jelas Anang.

Bersamaan dengan upaya pemadaman, Anang dan warga lain juga sigap mengamankan aset serta mencegah risiko ledakan.

Sebagai agen penyalur gas elpiji, ia memindahkan sekitar 20 tabung elpiji ukuran 3 kilogram keluar dari bangunan, juga menyelamatkan dokumen-dokumen penting.

“Ya, kami agen LPG, jadi keluarkan semua, surat-surat penting juga. Antisipasi saja, jangan sampai ikut meledak kalau kena api,” imbuhnya.

Api beruntung tidak merambat ke ruko miliknya. Namun, ruko yang berada di bagian tengah mengalami kerusakan pada bagian langit-langit lantai dua.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait