IMG_20260512_102150
METROTODAY, SURABAYA – Seorang satpam bernama Deky, 34, warga Pesapen, Surabaya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos keamanan kawasan perumahan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, pada Senin (11/5) dini hari.
Korban diduga menjadi sasaran pembunuhan sadis dengan total enam luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya.
Kasus ini mengundang tanda tanya besar lantaran pelaku hanya membawa kabur telepon genggam milik korban.
Sementara barang berharga lain seperti dompet berisi uang, STNK, hingga sepeda motor dibiarkan utuh di lokasi.
Penemuan jenazah berawal dari kecurigaan rekan sesama satpam yang bertugas pagi itu.
Ia merasa aneh karena lampu kantor pos keamanan masih menyala, padahal sesuai prosedur operasional, lampu seharusnya sudah dimatikan sekitar pukul 05.00 WIB.
Saksi sempat mencari keberadaan Deky di musala kecil di area kantor, mengingat korban dikenal rajin beribadah, namun tidak menemukannya.
Saat berjalan menuju pos keamanan, saksi melihat ceceran darah di depan pintu. Begitu diperiksa, korban sudah tergeletak tak bernyawa di dalam ruangan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka tusuk di bagian leher, dada, perut, punggung, lengan, hingga siku.
Polisi menduga kuat korban sempat berusaha melawan atau menangkis serangan pelaku, yang dibuktikan dengan adanya luka di bagian tangan dan siku.
Kapolsek Sukomanunggal Surabaya, Kompol Akhyar, membenarkan insiden tersebut dan memaparkan hasil penyelidikan awal pihaknya.
“Kalau dari luka korban, kelihatannya ada perlawanan, karena korban mendapat luka di leher dan dada. Yang diambil hanya handphone. Dompet, uang, STNK, dan motor masih ada,” ungkap Kompol Akhyar.
Tim Identifikasi Forensik (Inafis) telah melakukan penyisiran menyeluruh di area pos keamanan, semak-semak, hingga bagian atas genteng dalam radius sekitar 10 meter dari lokasi kejadian untuk mencari senjata tajam yang diduga digunakan pelaku. Namun hingga kini, alat tersebut belum ditemukan.
Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi, termasuk rekan sejawat dan pelapor pertama yang menemukan korban.
Jenazah Deky telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya guna keperluan autopsi lebih lanjut.
Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif di balik pembunuhan tersebut.
Hanya telepon genggam yang hilang, penyidik kini menelusuri kemungkinan adanya motif lain, termasuk dugaan bahwa ada informasi penting di dalam perangkat tersebut yang menjadi sasaran utama pelaku. (ahm)
Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter keberangkatan Embarkasi Surabaya kini telah resmi berada…
Saat akhir pekan, Bupati Sidoarjo Subandi kerap melakukan kegiatan sambang rakyat. Melihat secara langsung dari…
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusan perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Sby…
Praktek kecurangan dengan menggunakan joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes…
Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja…
Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo aktif untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa. Memacu…
This website uses cookies.