Kepala SPPG Tembok Dukuh Surabaya, Chalfi Alida Najla, didampingi Wawali Surabaya Armudji. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh Surabaya, Chalfi Alida Najla, memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pihaknya menjadi sumber masalah dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan bahan baku yang digunakan aman, namun ia mengakui kemungkinan adanya kesalahan pada proses pengolahan masakan.
Menurut Chalfi, menu olahan daging khususnya masakan krengsengan yang disajikan pada hari kejadian menjadi fokus utama penelusuran.
Ia menjamin bahwa bahan dasar daging yang diproses masih segar dan layak dikonsumsi.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan ada tahap pengolahan yang kurang tepat sehingga memicu gangguan kesehatan kepada para siswa.
“Bahan baku daging yang kami gunakan dipastikan segar dan layak konsumsi, tidak ada yang basi atau rusak. Kami menduga kemungkinan ada hal yang kurang tepat pada proses pengolahan daging krengsengan tersebut. Atas kejadian ini, kami menerima keputusan bahwa SPPG ditutup sementara waktu untuk dilakukan evaluasi total, agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depan,” jelas Chalfi Alida Najla, Senin (11/5).
Page: 1 2
Taiwan kembali membidik pasar wisatawan Indonesia. Menjelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru, promosi…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas penyerahan 10 unit aset rampasan negara yang…
Semangat kemerdekaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan Kamis (13/8), saat ratusan lansia penghuni berkumpul mengikuti lomba…
Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan lengkap terkait fluktuasi harga dan pasokan telur yang sempat…
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan personel serta peralatan untuk membantu penanganan kebakaran…
Meski baru saja meraih gelar juara Piala Presiden 2026, perjalanan pramusim Persebaya Surabaya belum berakhir.…
This website uses cookies.