Categories: Sidoarjo

KOPILABORASI: Ruang Sinergi Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, dan Forwas Bangkitkan Potensi Desa

METROTODAY, SIDOARJO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo aktif untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa. Kreativitas pemuda dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci memaksimalkan potensi agar ekonomi desa bergeliat.

Dua hal itu menjadi intisari dalam forum KOPILABORASI, ruang sinergi antara Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, dan Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas). Diskusi yang dikemas ”sersan” -serius tapi santai- itu berlangsung di Teras Manazela, Sukodono, pada 22 dan 29 April 2026.

Diskusi mengangkat dua tema yang bisa mem-boost ekonomi desa. Pada KOPILABORASI 22 April, tajuknya adalah Narasi Desa: Expose Potensi Lewat Cerita dan Karya. Kemudian, pada KOPILABORASI edisi kedua, membicarakan Sport Tourism: Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa.

Ratusan pemuda dari 19 desa, juga berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas, di Kecamatan Sukodono hadir dalam forum KOPILABORASI. Mereka antusias. Penuh semangat. Pertanyaan kritis maupun gagasan-gagasan bernas muncul dalam diskusi yang menghadirkan tiga narasumber itu. ketiganya adalah Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo AP MM, anggota DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan MM (Gus Wawan), serta Ketua Forwas M. Taufik. Bertindak sebagai moderator adalah Anita Inggit, kepala Bidang Pengelolaan Informasi di Dinas Kominfo Sidoarjo.

Tiga narasumber KOPILABORASI, dari kiri, M. Taufik, Eri Sudewo, dan Sullamul Hadi Nurmawan, serta moderator Anita Inggit. (dite/metrotoday)

Pemuda Harus Kreatif

Para pemuda dari berbagai desa di Kecamatan Sukodono antusias mempresentasikan potensi wilayahnya masing-masing. Dalam KOPILABORASI edisi pertama, Ilyas, pemuda asal Desa Jogosatru, menuturkan upaya mengubah stigma negatif desanya melalui konten video dan promosi Pasar Legi.

”Awalnya desa saya dicap desa korak, tapi saya ingin mengubah pandangan itu lewat foto dan video. Kami punya Pasar Legi dengan makanan tradisional khas Sidoarjo yang mulai jarang ditemukan,” ujarnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pasar Legi Jogosatru kini mulai dikenal luas dan menarik perhatian masyarakat luar desa.

Anggota DPRD Sidoarjo sekaligus Sekretaris Komisi Sullamul Hadi Nurmawan menilai kreativitas pemuda menjadi kunci kebangkitan desa. Menurut dia, desa akan berkembang jika anak mudanya berani bergerak dan menghadirkan ide-ide baru.

”Asal tidak melanggar aturan dan norma, lakukan saja. Pemuda harus kreatif dan berani membuat desanya dikenal,” kata Gus Wawan, sapaan karibnya.

Berbagai ide sederhana, lanjut dia, bisa menjadi kekuatan ekonomi desa. Terlebih dengan pengemasan yang baik dan dipromosikan secara digital.

Senada, Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi era digital dan disrupsi teknologi. Apalagi saat ini berkembang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

”Ke depan banyak pekerjaan digantikan AI. Karena itu, pemuda desa harus meningkatkan kemampuan digital, jangan hanya sibuk bermain media sosial dan game,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo, kata Eri, memberikan dukungan penuh terhadap transformasi digital desa. Di antaranya melalui fasilitas internet gratis di banyak wilayah serta mendorong pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Diskominfo juga siap memfasilitasi pelatihan konten kreator dan pemanfaatan artificial intelligence (AI).

Narasumber dan peserta diskusi KOPILABORASI berfoto bersama seusai acara. (dite/metrotoday)

Sementara itu, Ketua Forwas Sidoarjo M. Taufik menegaskan bahwa KOPILABORASI hadir untuk menjadi ruang kolaborasi lintas elemen dalam memunculkan potensi desa yang selama ini belum tergarap maksimal.

”Pemuda jangan takut memulai. Kalau salah tinggal diperbaiki. Yang penting bergerak. Tugas kami yang lebih tua adalah memfasilitasi,” ujarnya.

Menurut Taufik, potensi desa akan lebih cepat dikenal jika dikemas dalam narasi kreatif, baik melalui tulisan, video, maupun media sosial. Karena itu, Forwas mendorong adanya lomba-lomba kreatif seperti video profil desa maupun penulisan cerita pendek tentang desa.

Lebih dari Sekadar Fasilitas Olahraga

Hampir semua desa di Sidoarjo memiliki lapangan bola. Tidak sedikit yang kondisi bagus dan memadai untuk menggelar pertandingan. Nah, pada KOPILABORASI kedua, para pemuda -termasuk pegiat sepak bola-, diajak melihat lapangan bola bukan sekadar fasilitas olahraga. Lebih dari itu, sebagai aset ekonomi yang dapat menggerakkan desa.

Diskusi membahas berbagai peluang pengembangan lapangan desa. Baik sebagai pusat aktivitas olahraga maupun wisata lokal.

Eri Sudewo mengatakan, promosi digital menjadi kunci agar lapangan desa lebih dikenal luas. Ia optimistis generasi muda mampu menciptakan konten kreatif untuk memperkenalkan identitas masing-masing lapangan.

”Saya yakin anak-anak muda ini hebat membuat konten. Tinggal bagaimana potensi desa itu dikemas dan dipromosikan,” ujarnya.

Foto bersama dengan pegiat sepak bola setelah diskusi KOPILABORASI. (dite/metrotoday)

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Kecamatan Sukodono itu mempersilakan para pemuda untuk memanfaatkan fasilitas jaringan internet gratis dari Pemkab Sidoarjo. ”Monggo gunakan fasilitas internet gratis di desa tidak hanya untuk branding lapangan bola. Misalnya, ingin branding potensi yang lain dari desanya atau ingin mengembangkan dirinya,” katanya.

Sullamul Hadi Nurmawan juga memberikan pandangan yang sama. Dia menyebut ada potensi ekonomi besar dari pengelolaan lapangan bola desa. Mulai dari penyewaan lapangan hingga tumbuhnya UMKM di sekitarnya.

Gus Wawan berharap tiap desa mampu menemukan ciri khas lapangannya sendiri sehingga memiliki nilai jual berbeda. ”Cari diferensiasi dan solusi out of the box. Kalau pemudanya peduli, desa pasti bangkit,” katanya.

Dia menyatakan, kompetisi sepak bola -termasuk kategori kelompok umur- harus terus diselenggarakan. Kegiatan itu memiliki multiplier effect yang besar. UMKM bisa ikut terdongkrak.

Gus Wawan berpendapat, lapangan-lapangan sepak bola desa di Kabupaten Sidoarjo sudah mendapat pengakuan dari daerah lain. Klub-klub atau komunitas bola dari luar daerah sering menyewa lapangan desa di Sidoarjo.

Misalnya, belum lama ini ada tamu dari Lamongan. Mereka kaget melihat lapangan sepak bola. ”Ternyata bagus-bagus semuanya dan mereka terheran-heran karena di Lamongan belum seperti kita. Rumputnya, fasilitasnya, dan sebagainya. Belum seperti di lapangan desa yang ada di Sidoarjo,” ungkapnya.

Peserta diskusi KOPILABORASI yang membuat konten terbaik mendapatkan hadiah menarik. (dite/metrotoday)

Sementara itu, M. Taufik mengingatkan bahwa Sidoarjo memiliki sejarah panjang melahirkan pesepak bola nasional dari lapangan-lapangan desa. ”Dari Sukodono lahir banyak pemain nasional seperti Rendi Irwan dan Uston Nawawi. Mereka juga tumbuh dari lapangan desa,” katanya.

Karena itu, lapangan-lapangan desa di Sidoarjo harus terus dikembangkan dan dimaksimalkan. Bakat-bakat baru lapangan hijau akan lahir dari sana. Termasuk juga mendongkrak geliar ekonomi desa. (adv)

Naufal

Recent Posts

8 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, 6 di Tanah Suci, 2 Sebelum Berangkat

Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter keberangkatan Embarkasi Surabaya kini telah resmi berada…

15 hours ago

Turun ke Desa, Bupati Subandi Salurkan Bantuan dan Dampingi Warga Rentan

Saat akhir pekan, Bupati Sidoarjo Subandi kerap melakukan kegiatan sambang rakyat. Melihat secara langsung dari…

20 hours ago

PHI Surabaya Tegaskan Legalitas Tindakan PT Indopherin Jaya, PHK Memiliki Dasar Hukum

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusan perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Sby…

22 hours ago

SNPMB 2026: Lebih 90 Persen Peserta SNBT Gunakan Joki untuk Lolos Jurusan Kedokteran

Praktek kecurangan dengan menggunakan joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes…

1 day ago

Satpam di Sukomanunggal Surabaya Ditemukan Tewas dengan 6 Tusukan

Seorang satpam bernama Deky, 34, warga Pesapen, Surabaya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos…

1 day ago

Fardhan Jemaah Haji Termuda Bali, Bawa Buku Doa dari Teman Sekelas untuk Dibacakan di Tanah Suci

Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja…

2 days ago

This website uses cookies.