Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok saat di Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Praktek kecurangan dengan menggunakan joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer di Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun ini kembali terjadi.
Bahkan, kejahatan ini diketahui sudah berjalan secara sistematis dan terorganisir.
Kasus ini pertama kali terungkap pada hari pertama pelaksanaan tes, Selasa (21/4) lalu di sejumlah lokasi ujian, salah satunya di Surabaya.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang gencar mengawal proses penanganan terhadap kasus kecurangan yang telah ditemukan.
Ia menegaskan bahwa bentuk pelanggaran yang terjadi bukan lagi tindakan perseorangan semata, melainkan sudah masuk dalam kategori kejahatan yang disusun secara terstruktur.
Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Menteri, sanksi tegas akan segera dijatuhkan kepada seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik itu peserta ujian maupun institusi terkait.
“Kami sedang mengawal kasus kecurangan yang ditemukan, dan ternyata saat ini terbukti adanya kejahatan joki yang sudah terorganisir. Terkait hal ini, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat. Sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan dan arahan dari menteri,” ujar Eduart di Surabaya, kemarin.
Mengenai langkah evaluasi dan pencegahan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang, Eduart mengakui bahwa niat jahat untuk berbuat curang adalah sifat individu yang sulit dihilangkan sepenuhnya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya menyempurnakan sistem pengawasan dan mendalami strategi pencegahan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, berbagai langkah mitigasi yang sudah dilakukan sejak awal tahun ini justru memudahkan pihaknya untuk segera mendeteksi dan mengungkap berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi dengan lebih cepat dan akurat.
Agar kejadian ini tidak berulang serta memberikan efek jera yang kuat, Eduart menegaskan bahwa hukuman harus diberlakukan secara ketat dan tidak pandang bulu.
Bagi peserta yang terbukti menggunakan jasa joki, nama mereka akan dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist.
Sementara itu, bagi para pelaku joki yang ternyata masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di suatu perguruan tinggi, ancaman yang diterima sangat berat hingga pada pencabutan status kemahasiswaan atau dikeluarkan dari kampusnya.
“Kalau soal pencegahan, orang yang berniat curang itu memang sulit dicegah sepenuhnya. Namun sejak tahun lalu kami sudah melakukan mitigasi sejak awal, makanya berbagai bentuk kecurangan bisa terdeteksi dengan cepat tahun ini,” paparnya.
Agar tidak terulang, ia menyebut sanksi tegas dan efek jera harus diberikan. Misalnya, peserta dimasukkan daftar hitam atau blacklist.
Sedangkan bagi pelaku joki yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif, tindakannya bisa sampai pada pemecatan atau dikeluarkan dari kampusnya.
Lebih lanjut, Eduart membenarkan bahwa sebagian besar kasus kecurangan atau penggunaan joki memang berfokus menyasar pada satu jurusan tertentu.
Hal ini tidak terlepas dari pandangan umum di masyarakat yang menganggap jurusan tersebut masih sangat bergengsi serta menawarkan prospek masa depan yang cerah dan sangat menjanjikan.
“Memang benar, kebanyakan kasus joki menyasar jurusan kedokteran. Karena jurusan ini dianggap masih sangat bergengsi dan menjanjikan masa depan yang lebih baik. Faktanya, lebih dari 90 persen kasus kecurangan, terutama yang melibatkan joki, memang memilih program studi kedokteran sebagai sasaran utamanya,” pungkasnya. (ahm)
Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter keberangkatan Embarkasi Surabaya kini telah resmi berada…
Saat akhir pekan, Bupati Sidoarjo Subandi kerap melakukan kegiatan sambang rakyat. Melihat secara langsung dari…
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusan perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Sby…
Seorang satpam bernama Deky, 34, warga Pesapen, Surabaya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos…
Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja…
Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo aktif untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa. Memacu…
This website uses cookies.