Jemaah haji langsung mengenakan kain ihram berwarna putih di Embarkasi Surabaya sebelum bertolak ke Jeddah. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter keberangkatan Embarkasi Surabaya kini telah resmi berada di Tanah Suci dan mulai menjalani rangkaian ibadah.
Meski pemberangkatan berjalan lancar, masih terdapat sejumlah jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan dan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya maupun observasi di asrama.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan bahwa hingga Selasa (12/5) tercatat ada 12 orang yang belum bisa diberangkatkan.
Jumlah tersebut terdiri dari 8 jemaah yang sedang sakit, 2 orang pendamping yang ikut menunggu, serta 2 orang lainnya yang tertunda karena alasan lain.
Sebagian besar dari mereka masih menjalani pemantauan kesehatan intensif serta menunggu ketersediaan kursi kosong agar dapat bergabung dengan rombongan pada kloter pemberangkatan berikutnya.
“Masih ada 8 orang jemaah yang dirawat karena sakit dan 2 pendamping yang menunggu, dua lainnya juga menunggu di asrama haji. Jemaah yang sakit masih dalam tahap pemulihan dan observasi kesehatan,” tuturnya, Selasa (12/5).
Dalam pelaksanaan operasional keberangkatan hingga saat ini, tercatat sebanyak 112 kejadian mutasi keluar yang menyebabkan perubahan susunan daftar nama jemaah atau manifest penerbangan.
Rincian penyebabnya meliputi: 1 jemaah sakit di daerah asal, 23 jemaah sakit yang dirawat di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi kehamilan, 11 pendamping resmi jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 27 jemaah yang menunda keberangkatan dari daerah asal, 2 jemaah yang menunda keberangkatan melalui jalur Macca Road, 34 kursi kosong karena pesawat tidak terisi penuh, 2 kasus perpindahan nomor urut keberangkatan, serta 19 kasus perpindahan antar kloter.
Dari jumlah total 112 kekosongan akibat mutasi keluar tersebut, pihak penyelenggara berhasil mengisi kembali sebanyak 67 kursi melalui mekanisme mutasi masuk.
Pengisian ini berasal dari dua sumber utama, yaitu 25 orang jemaah yang sebelumnya belum masuk ke dalam daftar kloter dan 48 orang jemaah lain yang dialihkan dari kloter sebelumnya untuk mengisi kekosongan yang ada. Berkat upaya ini, jumlah sisa kursi kosong atau yang dikenal dengan sebutan open seat berhasil ditekan hingga menyisakan 55 kursi saja.
“Kami terus berupaya melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan seluruh rangkaian operasional pemberangkatan dapat berjalan secara efektif dan efisien,” tegas Anam.
Di sisi lain, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan kabar duka mendalam. Hingga saat ini tercatat ada delapan jemaah haji yang berpulang ke Rahmatullah.
Enam di antaranya meninggal dunia saat sedang melaksanakan ibadah di Tanah Suci, sedangkan dua orang lainnya wafat sebelum keberangkatan.
Kedelapan jemaah tersebut adalah:
1. Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), asal Kabupaten Pasuruan, Kloter 8. Wafat di Hotel Maysan Al Harithia, Madinah pada 26 April 2026 akibat gagal napas akut, dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.
2. Abd Wachid (71 tahun), asal Kabupaten Pasuruan, Kloter 7. Wafat di Rumah Sakit Al-Noor, Makkah pada 7 Mei 2026 akibat syok septik, dan dimakamkan di Pemakaman Saraya.
3. Fajar Puja Sasmita (53 tahun), asal Kota Malang, Kloter 11. Wafat di Rumah Sakit King Faisal, Makkah pada 7 Mei 2026 akibat syok kardiogenik, dan dimakamkan di Pemakaman Saraya.
4. Sibiatun Saji (72 tahun), asal Kabupaten Lamongan, Kloter 33. Wafat di Rumah Sakit Mouwarat, Madinah pada 8 Mei 2026 akibat gagal napas akut, dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.
5. Mustikan Rajim Diman (75 tahun), asal Kabupaten Gresik, Kloter 47. Wafat di Rumah Sakit Al Haram, Madinah akibat syok kardiogenik, dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.
6. Suyono Reso (58 tahun), asal Kabupaten Jombang, Kloter 62. Wafat di Rumah Sakit King Faisal, Makkah pada 9 Mei 2026 akibat syok kardiogenik, dan dimakamkan di Pemakaman Saraya.
7. Tini Atmin (56 tahun), asal Kabupaten Gresik, Kloter 43. Wafat di Rumah Sakit Haji Surabaya pada 11 Mei 2026 akibat sesak napas dan penurunan kadar oksigen dalam darah.
8. Akhmad Tohar Abdul Muin (73 tahun), asal Kabupaten Pasuruan, Kloter 6. Wafat di daerah asalnya setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya akibat gangguan paru-paru.
Mewakili seluruh jajaran panitia dan masyarakat, Anam menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian para jemaah tersebut. Ia juga mendoakan agar segala amal ibadah yang telah mereka lakukan diterima oleh Allah SWT dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci maupun di daerah asal. Semoga seluruh amal ibadah yang telah beliau lakukan diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya. (ahm)
Saat akhir pekan, Bupati Sidoarjo Subandi kerap melakukan kegiatan sambang rakyat. Melihat secara langsung dari…
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusan perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Sby…
Praktek kecurangan dengan menggunakan joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes…
Seorang satpam bernama Deky, 34, warga Pesapen, Surabaya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos…
Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja…
Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo aktif untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa. Memacu…
This website uses cookies.