Di level akar rumput, program Satu ASN Satu RW dan aplikasi Sayang Warga menjadi ujung tombak. Hal ini dirasakan langsung manfaatnya oleh pengurus lingkungan dan warga.
Boni Wikantono, Ketua RT 2 Perak Barat, menyebutkan bahwa koordinasi kini jauh lebih praktis.
“Mulai dari kerja bakti hingga administrasi, semua dipantau lewat aplikasi Sayang Warga. Verifikasi permohonan sekarang lebih praktis dan transparan, terutama bagi warga yang punya kesibukan tinggi,” ungkap Boni.
Dukungan juga datang dari warga Surabaya, Ella, yang menilai dampak Smart City telah membuat kota jauh lebih tertata.
“Kota jadi lebih bersih dan pelayanan lebih cepat. Pemkot sekarang bisa memantau kondisi kota secara langsung sehingga persoalan lebih cepat ditangani,” pungkasnya. (ahm)
Gelar juara Piala Presiden 2026 resmi milik Persebaya Surabaya! Bajol Ijo sukses menaklukkan Persib Bandung…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya membongkar modus pencurian aset milik Pemerintah Kota…
Kebakaran rumah terjadi di Jalan Sambi Arum Lor II, Blok 53-D No. 2, Kelurahan Sambikerep,…
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menghadiri langsung kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah…
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya berhasil menggagalkan peredaran hampir 100 ribu…
Jalur pendakian Gunung Piramid di Bondowoso yang sudah resmi ditutup dan dinyatakan ilegal, kembali mencatatkan…
This website uses cookies.