Di level akar rumput, program Satu ASN Satu RW dan aplikasi Sayang Warga menjadi ujung tombak. Hal ini dirasakan langsung manfaatnya oleh pengurus lingkungan dan warga.
Boni Wikantono, Ketua RT 2 Perak Barat, menyebutkan bahwa koordinasi kini jauh lebih praktis.
“Mulai dari kerja bakti hingga administrasi, semua dipantau lewat aplikasi Sayang Warga. Verifikasi permohonan sekarang lebih praktis dan transparan, terutama bagi warga yang punya kesibukan tinggi,” ungkap Boni.
Dukungan juga datang dari warga Surabaya, Ella, yang menilai dampak Smart City telah membuat kota jauh lebih tertata.
“Kota jadi lebih bersih dan pelayanan lebih cepat. Pemkot sekarang bisa memantau kondisi kota secara langsung sehingga persoalan lebih cepat ditangani,” pungkasnya. (ahm)
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…
Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…
PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…
Pemkot Surabaya terus mengakselerasi potensi pariwisata dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Surabaya,…
This website uses cookies.