Beasiswa pendidikan menjadi perwujudan anggaran pada bidang pendidikan. (Humas OPemkot Surabaya)
METROTODAY, SURABAYA – Pembahasan rancangan APBD Surabaya 2026 masih terus berlangsung di DPRD Surabaya. Fraksi-fraksi di DPRD Surabaya giliran menyampaikan pandangan tentang RAPBD tersebut dalam rapat paripurna Senin (13/10).
Pemkot Surabaya mendapatkan beragam masukan dari agenda tersebut. Mulai dari program-program yang diharapkan berpihak pada rakyat hingga peringatan dari dewan soal kekuatan fiskal di tengah kondisi yang belum stabil.
Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya menyoroti sejumlah poin penting dalam penyusunan RAPBD 2026 itu. Pada prinsipnya, partai pemerintah itu menekankan perlunya transparansi, kehati-hatian, dan keberpihakan kepada masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.
Anggota Fraksi Gerindra Yona Bagus Widyatmoko mengungkapkan, kebijakan daerah perlu diselaraskan dengan arah pembangunan nasional agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan. Kemudian, terkait kebijakan pinjaman daerah, pihaknya meminta Pemkot berhati-hati dalam penggunaannya.
Gerindra juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah dan peningkatan pendapatan kota yang tidak hanya memperkuat kapasitas fiskal, tapi juga menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga.
”Kami berharap pemerintah menerapkan asas kehati-hatian dan memastikan pembiayaan alternatif yang diambil bersifat produktif, bukan konsumtif,’’ ujar Cak YeBe, sapaan akrab Yona.
Pesan lainnya adalah memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta. Hal itu, harus dijalankan secara selektif tanpa mengesampingkan kepentingan rakyat kecil.
Salah satunya terutama masalah tenaga kerja. Karena itu pembahasan raperda ketenagakerjaan dan pemberdayaan perempuan perlu dipercepat pembahasannya untuk memperkuat kebijakan pro-rakyat.
”Kami ingin keberpihakan terhadap warga ber-KTP Surabaya semakin nyata, terutama dalam menghadapi tantangan pengangguran di tengah perkembangan infrastruktur kota,” ujar Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu.
Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya juga mengemukakan pandangannya terhadap RAPBD Surabaya 2026 yang mencapai Rp 12,6 triliun itu. Mereka menyoroti pentingnya inovasi pendapatan daerah tanpa menaikkan pajak serta pemerataan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Juru bicara Fraksi PSI DPRD Yuga Pratisabda Widyawasta mengatakan, sampai saat ini masih ada kecamatan yang belum memiliki SMP negeri. Hal tersebut harus jadi perhatian serius, sehingga pemerataan akses pendidikan terwujud.
”Pendapatan daerah harus terus ditingkatkan lewat inovasi, bukan dengan menaikkan pajak yang justru membebani warga,” tutur Yuga
Kemudian pada sektor kesehatan, pihaknya menilai anggaran sebesar 19,54 persen dari APBD harus benar-benar menjawab kebutuhan mendasar warga, terutama soal ketersediaan ruang ICU untuk pasien BPJS. Antrean panjang masih terjadi. Karena itu pihaknya mendorong penambahan ruang ICU, baik lewat renovasi RSUD maupun pembangunan rumah sakit baru. (*)
Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…
Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…
Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…
PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…
This website uses cookies.