Categories: Sidoarjo

Hendak Ditertibkan, PKL di Pepelegi dan Sawotratap Sidoarjo Gelar Aksi Tutup Jalan dan Bakar Ban

METROTODAY, SIDOARJO – Rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Desa Pepelegi dan Sawotratap, Sidoarjo, dilakukan pada Senin (14/3) pagi. Pasukan gabungan sudah disiapsiagakan. Para pedagang pun berjualan seperti biasa. Namun, sebagian berani berorasi.

Pagi-pagi sekali, para pedagang menyiapkan perlawanan. Mereka membakar ban. Memasang meja dan bangku di jalan masuk arah kawasan permukiman di kawasan Pepelegi baik di perumahan maupun desa-desa di sekitarnya.

Akibatnya, lalu lintas tersendat. Banyak mobil harus antre masuk jalan ini. Dari mobil-mobil niaga hingga mobil-mobil pribadi yang cukup mewah. Ada Toyota Alphard, Hyundai Ioniq, Lexus, Velfire dan sebagainya. Kendaraan masuk bergantian karena separo jalan ditutup aksi demo.

Koordinator pedagang, Tito Pradopo, menyatakan bahwa pedagang meminta rencana penertiban dibatalkan. Sebab, keberadaan pedagang dinilai tidak mengganggu siapa-siapa.

“Coba lihat lagi peraturan-peraturan yang mau digunakan untuk menertibkan pedagang,” katanya.

Para pedagang menyatakan ingin ada mediasi dulu dengan pemerintah. Sebab, rata-rata mereka sudah berjualan 25 hingga 30 tahun terakhir. Mereka minta ada solusi sebelum dilakukan penertiban.

Di tengah aksi para pedagang itu, ada pula yang tetap santai. Mereka berjualan seperti biasa. Seperti tidak ada rencana penertiban. Pembeli pun makan dan minum seperti biasa. Perkakas jualan juga masih tertata seperti biasa.

“Santai saja, Mas. Sing penting cari makan,” kata seorang pemilik warung kopi.

Di antara warga, terlihat mantan Kades Sawotratap S,undayati. Dia meminta pemerintah desa ikut turun tangan. Sebab, sebagian besar pedagang di kawasan itu merupakan warga Desa Sawotratap.

“Jangan hanya karena omongan satu orang, pedagang digusur,” ujarnya.

Tak jauh dari lokasi, pasukan gabungan sedang bersiap-siap. Satpol PP Sidoarjo dibantu anggota TNI dan personel polisi bersiaga di lokasi. Hingga pukul 08.00, belum ada kepastian apakah penertiban bangunan pedagang jadi dilaksanakan atau tidak.

Seperti banyak diberitakan, Pemkab Sidoarjo berencana menertibkan pedagang di kawasan Pepelegi dan Sawotratap. Keberadaan mereka dianggap sebagai salah satu pemicu banjir yang melanda kawasan sekitarnya.

Sebab, mereka berjualan di sempadan sungai. Ada pula yang warungnya sampai menjorok ke badan sungai. Kondisi itu mengakibatkan upaya normalisasi sungai yang semakin dangkal menjadi terkendala. Akibatnya selama musim hujan tahun ini, kawasan Pepelegi selalu kebanjiran. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.