Categories: Surabaya Raya

Ribuan Orang Gelar Aksi Damai Tolak LGBTQ di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Tuntut Perlindungan Generasi

“Alhamdulillah, kali ini sudah dihadiri ribuan hingga puluhan ribu orang. Lebih dari 10 ribu peserta sudah hadir untuk bersama-sama mengikuti aksi ini,” ungkapnya.

Rizky juga menjelaskan, aksi ini merupakan yang pertama kalinya digelar oleh aliansi, dilatarbelakangi keinginan memperkuat dukungan terhadap Fatwa MUI sekaligus mendesak agar pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret.

“Jangan sampai generasi kita, anak-anak kita, juga terpengaruh dengan LGBT ini,” imbaunya.

Pihaknya mendesak segera dirumuskannya Undang-Undang Anti-LGBT, serta meminta Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Timur menerbitkan Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur guna membentengi masyarakat dari ancaman pergaulan bebas dan penyimpangan seksual.

“Kami mengecam dan menolak secara tegas segala bentuk perilaku, kampanye, promosi, dan normalisasi LGBTQ di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam, moral, budaya, dan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Tuntutan Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur yakni:

1. Kami mengecam dan menolak secara tegas segala bentuk perilaku, kampanye, promosi, dan normalisasi LGBTQ di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam, moral, budaya, dan ketahanan keluarga.

2. Kami mendukung penuh implementasi Perpres No. 111 Tahun 2025, sosialisasi luas Fatwa MUI No. 57 Tahun 2014, mendorong segera dirumuskannya Undang-Undang Anti LGBTQ, sekaligus mendesak Pemerintah Provinsi serta DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang bersifat membentengi masyarakat dari ancaman pergaulan bebas dan penyimpangan seksual.

3. Kami mendorong Kementerian Agama dan lembaga pendidikan untuk mempercepat penerapan Kurikulum Pencegahan LGBTQ berbasis nilai agama, moral, dan penguatan karakter, baik di satuan pendidikan umum, madrasah, maupun pesantren.

4. Kami mengimbau TNI untuk mengintegrasikan materi edukasi ancaman non-militer LGBTQ ke dalam program Pembinaan Teritorial (Binter) dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi masyarakat, serta membantu sosialisasi luas akan bahaya LGBTQ.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sementara Dititipkan ke Rumah Aman, Pemkot Surabaya Tunggu Putusan Hak Asuh Anak Pasutri Viral

Pemkot Surabaya mengambil alih sementara hak asuh anak berinisial A dari pasangan suami istri Sunar…

2 days ago

Panther Solutions Minta Polemik Iuran di CitraLand Diselesaikan lewat Mediasi

Polemik mengenai tata kelola iuran RT/RW dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) di kawasan CitraLand Surabaya…

2 days ago

Klaim Lahan Berbeda, DPRD Surabaya Desak PT KAI Selesaikan Aset via Musyawarah

Nasib warga yang telah lama bermukim di kawasan emplasemen Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi sorotan…

3 days ago

Hadapi Krisis Lingkungan, Menteri LH Ajak Mahasiswa Bangun Kedaulatan Ekologi

Peran sivitas akademika di perguruan tinggi dinilai menjadi penentu arah serta masa depan bangsa. Hal…

3 days ago

Dari Balap Karung hingga Makan Kerupuk, Anak Disabilitas di Surabaya Ceria Sambut HUT Kemerdekaan

Suasana penuh keceriaan menyelimuti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya.…

3 days ago

Tangis Bahagia Bernardo Tavares Sambut Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Menang Adu Penalti Lawan Persib

Gelar juara Piala Presiden 2026 resmi milik Persebaya Surabaya! Bajol Ijo sukses menaklukkan Persib Bandung…

4 days ago

This website uses cookies.