Oleh karena itu, kegiatan seperti ini dinilai sangat penting dan strategis dalam mempererat tali persaudaraan lintas agama maupun budaya di tengah masyarakat.
“Kami terus berkomitmen memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, kegiatan seperti Indonesia Walk for Peace ini dinilai sangat relevan dalam mempererat persaudaraan lintas agama dan budaya. Selamat melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Semoga langkah panjenengan semua membawa kedamaian dan harmoni bagi sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan peserta yang berjalan bersama ini memiliki rentang usia yang cukup beragam, mulai dari peserta termuda berusia 23 tahun hingga yang tertua mencapai 67 tahun.
Perjalanan damai tersebut dipimpin langsung oleh Bhante Prakari yang berasal dari Thailand. Meski memiliki postur tubuh yang tidak terlalu besar, semangat dan keteguhan hati yang dimilikinya menjadi sumber inspirasi bagi seluruh peserta selama perjalanan berlangsung.
Irwan juga memaparkan bahwa jalur yang kini sedang dilalui merupakan jalur bagian timur dan menjadi rute terpanjang dengan waktu tempuh selama 11 hari perjalanan melintasi berbagai kabupaten serta kota.
Sebelumnya, para Bhikku diketahui telah tiba di Denpasar, Bali pada 7 Mei 2026 yang lalu, dan perjalanan ini rencananya akan berakhir di Candi Borobudur, Magelang pada 28 Mei mendatang untuk turut serta dalam rangkaian peringatan Hari Raya Waisak Nasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah milik kelompok atau satu golongan agama saja, melainkan menjadi milik seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Hal ini terbukti dari antusiasme dan dukungan yang mengalir luas, mulai dari berbagai komunitas lintas agama, tokoh masyarakat, hingga warga biasa dari berbagai suku dan latar belakang yang turut serta berjalan bersama dalam mengusung semangat perdamaian.

