Dr Isnaini Rodiyah M.Si (empat dari kanan) dan Anggit Satriyo Nugroho SH., MKn. (tengah) bersama peserta workshop “Bijak Bermedia” di SMK Pemuda, Krian. (metrotoday)
METROTODAY, SIDOARJO – Pengguna media sosial dituntut untuk bijak dan berhati-hati. Sebab, di era digitalisasi, hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah bisa dengan mudah menyebar.
Bahasan itu mengemuka dalam workshop “Bijak Bermedia” di SMK Pemuda, Krian, Sidoarjo, pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan itu diinisiasi Pusat Studi Kebijakan Publik dan Media (PSKPM), Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Diskusi menghadirkan dua narasumber utama. Yakni, Ketua PSKPM Dr Isnaini Rodiyah M.Si., dan praktisi media sekaligus founder metrotoday.id Anggit Satriyo Nugroho SH., MKn. Segenap pegiat PSKPM juga hadir. Mereka adalah Kukuh Sindhuwiatmo, Ainur Rachmaniah, dan Hendra Sukmana yang bertindak selaku moderator dalam acara tersebut. Kepala SMK Pemuda Krian Desy Kartikaningtyastuti juga turut mendampingi.
Dalam paparannya, Isnaini Rodiyah mengingatkan bahwa saat ini remaja sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, siswa harus lebih hati-hati saat menggunakan internet.
Media sosial, kata dia, memang memberi banyak manfaat. Siswa bisa mencari informasi, belajar, dan berkomunikasi dengan mudah. Namun, media sosial juga bisa menjadi masalah jika digunakan tanpa adanya kontrol.
”Anak muda sekarang hampir setiap hari memakai media sosial. Karena itu harus bijak. Jangan mudah percaya dan jangan mudah ikut menyebarkan informasi yang belum jelas,” ujarnya.
Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FORDA LKSA) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan 1.000 Yatim Camp…
Sebanyak 105 anak mengikuti kegiatan bakti sosial Khitan Bahagia yang digelar di Kantor Desa Sedenganmijen,…
BRI menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan dan mempermudah aksesibilitas bagi para nasabah. Buka kantor…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Bersama BPJS Ketenagakerjaan, diluncurkan Gerakan Sadar…
Sepak bola punya cara paling kejam untuk meruntuhkan kesombongan sebuah tim. Datang dengan status mentereng…
Absennya Neymar Junior dalam dua laga awal Brasil di Piala Dunia 2026 memunculkan tanda tanya…
This website uses cookies.