Categories: Sidoarjo

Bupati Subandi Minta Petakan Kebutuhan 31 Puskesmas, Fasilitas Pelayanan Dibenahi

METROTODAY, SIDOARJO – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas menjadi perhatian Bupati Sidoarjo H. Subandi. Orang nomor satu di Pemkab Sidoarjo itu meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas di seluruh puskesmas. Mulai peralatan kesehatan hingga berbagai sarana penunjang pelayanan.

Arahan tersebut disampaikan Subandi saat mengunjungi Kantor Dinkes Sidoarjo, Rabu (2/9). Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda bupati mendatangi satu per satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Selain melihat pelaksanaan tugas, Subandi juga menyampaikan sejumlah penekanan terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kedatangan Subandi disambut Kepala Dinkes Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina. Hadir pula seluruh kepala puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kunjungan tersebut, Subandi turut didampingi Plt Sekda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, Inspektur Kabupaten Sidoarjo Andjar Soerjadianto, Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Sidoarjo Ainun Amalia, Kepala BKD Ahmad Misbachul Munir, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Benny Airlangga.

Bupati Subandi didampingi Plt Sekda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman.

Di hadapan jajaran Dinkes dan kepala puskesmas, Subandi menegaskan pelayanan kesehatan masyarakat harus terus ditingkatkan. Menurut dia, puskesmas merupakan salah satu wajah pemerintah daerah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, kualitas pelayanan di puskesmas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pelayanan tidak cukup hanya cepat dan sesuai prosedur. Masyarakat juga harus mendapatkan pelayanan yang ramah, santun, serta tidak membeda-bedakan.

”Kalau ada komplain, sikap kita melayani, bukan diajak bertengkar. Berikan jawaban yang santun karena kita sebagai birokrat, birokrat itu tidak boleh emosi, sifatnya melayani karena Puskesmas ini mewakili pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Subandi meminta petugas tidak mudah terpancing ketika menghadapi masyarakat yang menyampaikan keluhan. Menurutnya, komplain merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus diterima dan direspons dengan baik.

Puskesmas, lanjut dia, harus mampu menampung keluhan masyarakat. Setiap persoalan yang muncul harus dicari penyelesaiannya dengan pendekatan pelayanan. Sikap tersebut dinilai penting karena masyarakat datang ke puskesmas dengan kebutuhan dan kondisi yang berbeda-beda.

Selain persoalan pelayanan, Subandi juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh jajaran Dinkes. Dia mengingatkan keberhasilan pelayanan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepala dinas atau pejabat struktural. Seluruh pegawai, mulai dari pimpinan hingga jajaran di bawahnya, memiliki peran dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat.

”Kunci kesuksesan ini tidak hanya di tangan Kadinkes, bukan di tangan sekretaris, bukan di tangan Kabid-Kabid, Kasubag, kuncinya ada pada kebersamaan,” tegas Subandi.

Di depan jajaran Dinkes dan kepala puskesmas, Bupati Subandi menegaskan pelayanan kesehatan masyarakat harus terus ditingkatkan.

Menurut dia, koordinasi dan kebersamaan harus terus dibangun. Dengan kekompakan, berbagai persoalan yang dihadapi Dinkes dapat diselesaikan secara bersama-sama. Sebaliknya, apabila masing-masing bekerja sendiri, target pelayanan kesehatan akan lebih sulit diwujudkan.

Subandi menyebut Dinkes memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak. Tugas pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan menangani masyarakat yang sakit hingga sembuh. Namun, cakupannya juga menyangkut persoalan kesehatan masyarakat secara luas, termasuk penanganan ketika seseorang meninggal dunia.

”Dinas Kesehatan ini banyak PR-nya. Tidak hanya menangani orang sakit sampai sembuh, namun juga menangani orang yang sudah meninggal,” katanya.

Karena itu, Subandi meminta seluruh jajaran Dinkes tidak berhenti pada rutinitas pelayanan. Berbagai kebutuhan di lapangan harus diidentifikasi agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang tepat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi fasilitas di seluruh puskesmas. Pemkab Sidoarjo, kata Subandi, akan memberikan dukungan anggaran untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas pelayanan.

Namun, kebutuhan setiap puskesmas harus terlebih dahulu dipetakan. Sebab, kondisi dan kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan bisa berbeda.

Subandi secara khusus meminta Dinkes melakukan pengecekan ulang terhadap 31 puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pengecekan tersebut untuk memastikan fasilitas apa saja yang masih kurang dan perlu segera dibenahi.

“Saya minta tolong, ya, Pak Plh Sekda, Bu Kadinkes, coba cek ulang. Dari 31 Puskesmas yang ada ini kurang apa saja, apa peralatannya atau yang lainnya silakan diselesaikan,” pintanya.

Menurut Subandi, pemetaan kebutuhan penting agar dukungan pemerintah daerah dapat diberikan secara tepat sasaran. Tidak hanya persoalan bangunan, tetapi juga peralatan maupun fasilitas lain yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pemetaan tersebut, setiap puskesmas diharapkan memiliki gambaran yang jelas mengenai kebutuhan masing-masing. Dinkes juga dapat menentukan mana fasilitas yang harus diprioritaskan untuk segera diperbaiki atau dilengkapi.

Selain persoalan pelayanan, Bupati Subandi juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh jajaran Dinkes.

Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan petugas. Sebab, fasilitas yang memadai harus didukung sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan secara baik.

Subandi ingin masyarakat mendapatkan pengalaman pelayanan kesehatan yang lebih nyaman. Ketika datang ke puskesmas, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan medis, tetapi juga mendapatkan pelayanan publik yang ramah dan manusiawi.

“Saya kepingin pelayanan Puskesmas di Sidoarjo nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Arahan tersebut menjadi pekerjaan lanjutan bagi Dinkes bersama seluruh kepala puskesmas. Pemetaan kebutuhan 31 puskesmas diharapkan dapat segera dilakukan sehingga berbagai kekurangan dapat diketahui secara detail.

Dengan begitu, dukungan anggaran dari Pemkab Sidoarjo dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang benar-benar ada di lapangan. Pada akhirnya, pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan diharapkan mampu membuat puskesmas semakin representatif sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan pemerintah daerah.

Bagi Subandi, peningkatan pelayanan kesehatan bukan hanya soal membangun atau melengkapi fasilitas. Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh jajaran memiliki semangat yang sama dalam melayani masyarakat. Kekompakan, keramahan, serta kesiapan fasilitas menjadi satu kesatuan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin baik di Kabupaten Sidoarjo. (mt)

Naufal

Recent Posts

Delta Tirta Kejar 90 Ribu Sambungan Pelanggan, Kebocoran Air Jadi Fokus Direksi Baru

Jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo resmi mulai bekerja. Dituntut meningkatkan kualitas layanan kepada…

5 hours ago

100 Pramuka Diterima Bebas Biaya di Unesa, Rektor Prof. Nurhasan Minta PT Lain Ikut

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Jawa Timur,…

1 day ago

Sering Ganggu Peziarah, Anjal dan Pengemis di Kawasan Religi Ampel Surabaya Ditertibkan

Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya, mengeluhkan gangguan dari anak jalanan…

2 days ago

BBPOM Surabaya Periksa SPPG Penyedia Makanan MBG yang Racuni Ratusan Santri di Sidoarjo

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya segera turun tangan menyelidiki dugaan keracunan…

2 days ago

Banyak Warga Mengeluh Desil Naik Drastis, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Akurasi Data BPS

Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

2 days ago

Kakanwil Kemenag Jatim Minta Generasi Muda Kuasai Bahasa agar Siap Hadapi Dunia

Final Mini Drama Competition jenjang MI, MTs, dan MA tingkat Provinsi Jawa Timur digelar di…

2 days ago

This website uses cookies.