Menurut Bahtiar, semangat pelayanan ini sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama. Kesiapan fasilitas diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi peserta.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang datang. Semangat menerima, melayani, dan menghormati para muktamirin merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” tegasnya.
Kemenag Jawa Timur juga berharap momentum Muktamar tidak sekadar agenda organisasi, melainkan pengikat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.
“Semoga pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan lancar, aman, tertib, dan membawa kemaslahatan bagi umat serta masyarakat Jawa Timur. Kita ingin Jombang memberikan kesan sebagai daerah yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh muktamirin,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Razia penyakit masyarakat (pekat) menyasar dua desa di Sidoarjo, Rabu (26/8) malam. Sita ratusan botol…
Di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Gresik, Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI menjadi ruang kolaborasi untuk…
M. Rafi Wibisono resmi memimpin KONI Kabupaten Sidoarjo. Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten…
Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan RSUD Eka Candrarini (EC) membantah keras dugaan pembuangan limbah medis…
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur I bersama KPPBC TMP…
Keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya melanjutkan tradisi kepedulian sosial.
This website uses cookies.