Penyerahan sumbangan keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya kepada YPAC Surabaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
METROTODAY, SURABAYA – Keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya melanjutkan tradisi kepedulian sosial. Dalam suasana HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, mereka menyerahkan bantuan dan sumbangan secara langsung kepada Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia merupakan pelopor Kyokushin Karate dengan sistem Full Body Contact di Indonesia. Didirikan oleh almarhum Hanshi Nardi T. Nirwanto S.A. pada tahun 1967 dan saat ini dipimpin oleh Kaicho Liliana Herawati.
Sebagai perguruan yang telah berkembang selama lebih dari lima dekade dan turut melakukan pembinaan karate di Surabaya, Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia tidak hanya memberikan latihan kemampuan fisik dan teknik bela diri. Tetapi juga menempatkan pembentukan karakter dan mental sebagai bagian penting dalam proses pembinaan karateka.
Semangat tersebut sejalan dengan moto: “Karateka Menghormati Masyarakat, Masyarakat Menghargai Karateka.”
Dalam kegiatan sosial kali ini, keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya diwakili oleh Senpai Riana Forto, Senpai Sirenia, serta Priscilia Florentine selaku perwakilan orang tua murid.
Penyerahan sumbangan dilakukan secara langsung sebagai wujud kepedulian nyata serta rasa empati kepada sesama warga Surabaya, khususnya anak-anak yang berada dalam pembinaan YPAC Surabaya. Kegiatan sosial ini berjalan atas arahan dan bimbingan Shihan Hartanto Chandra, pembina dojo-dojo Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia di wilayah Surabaya.
Aksi sederhana itu menjadi bagian dari tradisi panjang perguruan yang telah berdiri sejak 1967. Pembinaan Kyokushin Karate di Surabaya tidak semata-mata diarahkan pada kemampuan fisik dan teknik Full Body Contact, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental serta bagaimana seorang karateka dapat membawa nilai yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Oss! Kami hadir mewakili keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia untuk menyampaikan amanah dan bantuan ini secara langsung. Semoga sumbangan ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa kebahagiaan bagi adik-adik di YPAC Surabaya. Oss!” kata Senpai Sirenia, perwakilan tim penyerahan bantuan.
Tentang Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia
Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia merupakan wadah pembinaan seni bela diri Kyokushin Karate dengan sistem Full Body Contact, yang didirikan pada tahun 1967 oleh almarhum Hanshi Nardi T. Nirwanto S.A. dan kini dipimpin oleh Kaicho Liliana Herawati.
Di Surabaya, kegiatan latihan karate Kyokushin dilaksanakan melalui sejumlah dojo Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia sebagai wadah pembinaan karate bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat.
Perguruan ini berfokus pada pembentukan karakter dan mental yang tangguh, menanamkan tanggung jawab, dan nilai penghormatan sosial.
Melalui pembinaan tersebut, perguruan berupaya agar nilai-nilai yang diperoleh dalam latihan tidak berhenti di dalam dojo, tetapi juga tercermin dalam kehidupan karateka di tengah masyarakat.
Kegiatan sosial di YPAC Surabaya ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat tersebut, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa karate di Surabaya tidak hanya menjadi sarana olahraga dan bela diri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembinaan karakter dan kepedulian sosial. (dite)
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur I bersama KPPBC TMP…
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi merilis rangkaian agenda dan ketentuan teknis pelaksanaan perhelatan…
PBNU resmi menghadirkan terobosan berbasis teknologi digital dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren…
Tugas pemimpin bukan membuat dirinya semakin dibutuhkan. Tugasnya adalah membuat semakin banyak orang mampu berpikir,…
Rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif menyemarakkan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 Republik…
Muhammad SAW tidak sekadar mengajarkan bagaimana manusia berbicara tentang Tuhan, tetapi bagaimana menghadirkan Tuhan dalam…
This website uses cookies.