Selain memberikan pelayanan medis, tim juga akan memetakan kebutuhan riil di lapangan termasuk dukungan psikologis bagi penyintas pascabencana sebagai dasar bagi pengiriman bantuan tahap berikutnya.
“Harapannya, dengan adanya tim aju ini mendata dan mengidentifikasi, tim berikutnya bisa menyusul dengan kebutuhan yang komprehensif. Misalnya kebutuhan PTSD, kita bisa mengirimkan teman-teman dari Psikologi,” jelasnya.
Tim juga berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan setempat, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) untuk memastikan penanganan yang terintegrasi dan tepat sasaran. (ahm)
Selain memberikan pelayanan medis, tim juga akan memetakan kebutuhan riil di lapangan termasuk dukungan psikologis bagi penyintas pascabencana sebagai dasar bagi pengiriman bantuan tahap berikutnya.
“Harapannya, dengan adanya tim aju ini mendata dan mengidentifikasi, tim berikutnya bisa menyusul dengan kebutuhan yang komprehensif. Misalnya kebutuhan PTSD, kita bisa mengirimkan teman-teman dari Psikologi,” jelasnya.
Tim juga berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan setempat, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) untuk memastikan penanganan yang terintegrasi dan tepat sasaran. (ahm)