Categories: Nasional

Partai Anjing Dideklarasikan di Tugu Muda: Satire Politik Antikorupsi, Sindir Korupsi Blak Blakan hingga Eradikasi Orang Jujur

METROTODAY, SEMARANG – Sebuah gerakan satir politik bernama Partai Anjing dideklarasikan di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Senin (29/6).

Meski menggunakan atribut layaknya partai politik, gerakan tersebut ditegaskan bukan untuk mengikuti pemilu. Melainkan sebagai bentuk kritik keras terhadap praktik korupsi yang dinilai semakin brutal dan sistemik di Indonesia.

Deklarasi berlangsung dengan pembacaan manifesto yang berisi visi, misi, hingga program kerja bernada ironi.

Dalam narasinya, Partai Anjing secara terbuka mengaku ingin merusak dan membangkrutkan Indonesia lewat nafsu korupsi, membangun budaya politik rakus, hingga menjadikan Indonesia sebagai negara terkorup di dunia.

Namun, seluruh pernyataan itu disebut sebagai satire untuk menggambarkan dampak nyata korupsi apabila terus dipelihara oleh elite kekuasaan.

“Inilah bentuk parodi politik. Kami sedang mempermalukan koruptor dengan cara yang berbeda,” kata inisiator gerakan, Prof. Eko Haryanto, SH., saat deklarasi.

Manifesto Partai Anjing memuat sejumlah program kerja satir seperti “Korupsi Terang-terangan”, “Balik Modal Cepat”, “Penjualan Aset Negara”, hingga “Eradikasi Orang Jujur”.

Program tersebut menyindir praktik biaya politik mahal, penyalahgunaan jabatan, hingga fenomena tersingkirnya aparatur berintegritas dalam sistem pemerintahan.

Tak hanya itu, gerakan tersebut juga melontarkan kritik terhadap regulasi yang dianggap semakin rumit dan membingungkan masyarakat lewat program bertajuk Hukum yang Membingungkan.

Dalam penjelasan simbol partai, istilah Anjing disebut sebagai akronim dari Antek-Antek Bergunjing. Simbol itu ditujukan kepada pihak-pihak yang gemar berbicara soal antikorupsi, tetapi dinilai gagal menghadirkan kesejahteraan rakyat.

Sementara simbol tulang atau balung dimaknai sebagai gambaran rakyat kecil yang terus menjadi korban kerakusan elite dan oligarki ekonomi. Lingkaran pada logo melambangkan korupsi yang terus berulang dari satu rezim ke rezim berikutnya.

Adapun bendera hitam dimaknai sebagai simbol kegelapan, kematian, dan kesuraman akibat korupsi yang dianggap telah menggerogoti masa depan bangsa.

Meski tampil nyeleneh, Partai Anjing menyatakan gerakannya memiliki antitesis yang jelas, yakni mendorong politik yang berpihak kepada rakyat, pemerintahan yang transparan, bebas suap, serta menjunjung integritas moral.

“Kami mungkin dianggap aneh oleh gerakan antikorupsi konvensional. Tapi tujuan kami sederhana, yakni mempermalukan koruptor dan memperkaya metode perjuangan melawan korupsi,” tegas Eko.

Deklarasi tersebut langsung menyedot perhatian publik dan pengguna media sosial. Sebagian menganggap pendekatan satire itu kreatif dan berani. Sementara sebagian lain menilai simbol serta narasi yang digunakan terlalu ekstrem.

Namun di tengah maraknya kasus korupsi yang terus berulang, kemunculan Partai Anjing menjadi sinyal bahwa kritik publik kini mulai bergerak lewat cara-cara yang tidak biasa. (dit/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taiwan Bidik Pasar Wisatawan Indonesia, Peluang Penerbangan Langsung Surabaya Kembali Terbuka

Taiwan kembali membidik pasar wisatawan Indonesia. Menjelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru, promosi…

1 day ago

9 Apartemen di Surabaya dari Hibah KPK Terbengkalai: Plang Rampasan Terpasang, Calon Penyewa Mundur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas penyerahan 10 unit aset rampasan negara yang…

1 day ago

Bahagianya Lansia di Griya Wreda Ikuti Lomba Agustusan: Jaga Kebugaran, Daya Ingat dan Kebersamaan

Semangat kemerdekaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan Kamis (13/8), saat ratusan lansia penghuni berkumpul mengikuti lomba…

1 day ago

Mentan Amran Siap Usut: Ada yang Mainkan Harga Pakan dan Telur di Surabaya, Diduga Juga Biayai Demo

Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan lengkap terkait fluktuasi harga dan pasokan telur yang sempat…

1 day ago

DPKP Surabaya Padamkan Karhutla di Bromo, Medan Berat dan Lautan Pasir Jadi Tantangan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan personel serta peralatan untuk membantu penanganan kebakaran…

2 days ago

Usai Juara Piala Presiden, Persebaya Siap Hadapi Penang FC di Stadion GBT

Meski baru saja meraih gelar juara Piala Presiden 2026, perjalanan pramusim Persebaya Surabaya belum berakhir.…

2 days ago

This website uses cookies.