Lebih lanjut, dr. Zulistian mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit ini adalah sulitnya mengidentifikasi gejala di awal masa penularan.
Sebab, tanda-tanda awal yang muncul saat seseorang terpapar virus ini sangat umum dan mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya seperti flu biasa.
Oleh karena itu, penegakan diagnosis penyakit ini tidak bisa hanya didasarkan pada pengamatan gejala fisik semata, melainkan harus dibuktikan melalui pemeriksaan penunjang berupa pengujian laboratorium medis.
“Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya mendasarkan diagnosis dari gejala klinis yang tampak saja. Sangat diperlukan adanya pemeriksaan diagnostik penunjang melalui pengujian di laboratorium untuk memastikan apakah seseorang benar-benar terpapar virus ini atau tidak,” terangnya.
Secara umum, gejala awal yang dirasakan oleh penderitanya meliputi batuk-batuk, keluhan seperti flu biasa, demam tinggi, hingga rasa nyeri yang menjalar pada otot dan persendian tubuh.
Meski terlihat ringan dan sering dianggap sepele, masyarakat perlu mewaspadai kondisi jika secara tiba-tiba terjadi penurunan kondisi kesehatan yang drastis, disertai dengan kegagalan fungsi pernapasan atau sesak napas yang parah dan mengancam nyawa.
Paparan virus ini diketahui dapat menimbulkan dua dampak serius bagi kesehatan tubuh manusia.
Pertama adalah sindrom paru akibat Hantavirus atau dikenal dengan sebutan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang mengakibatkan gangguan pernapasan berat dan akut seperti yang terjadi pada kasus di kapal pesiar.
Kedua adalah demam berdarah dengan sindrom ginjal atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu kondisi demam berdarah yang disertai dengan gangguan fungsi ginjal secara akut dan berbahaya.
Arus lalu lintas di Jalan Raya Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya tersendat pada Rabu (12/8) siang.…
Mantan pegawai kontrak non-ASN Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya, Tio Ferdian Rahmana…
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hadir langsung dalam prosesi pengukuhan wisuda Universitas Negeri Surabaya…
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, membeberkan ciri-ciri media yang baik…
BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang (Kancab) Kapas Krampung Surabaya menyerahkan bantuan satu…
Kanwil Kemenag Jatim turut menyemarakkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) Tahun 2026 yang digelar serentak…
This website uses cookies.