“Dari hasil peninjauan langsung yang kami lakukan, secara keseluruhan tata kelola, kebersihan, hingga prosedur yang diterapkan di SPPG ini sudah sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Namun kami tetap akan menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” ungkap Armuji, Senin (11/5).
Pemkot Surabaya bersama kepolisian kini telah menyiapkan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
Hasil uji tersebut menjadi kunci untuk menelusuri penyebab pasti dari insiden keracunan ini.
Perlu diketahui, SPPG Tembok Dukuh setiap harinya memproduksi lebih dari 3.000 porsi makanan yang didistribusikan ke 13 sekolah mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP di wilayah sekitar. (ahm)
Page: 1 2
Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo aktif untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa. Memacu…
Kepala SPPG) Tembok Dukuh Surabaya, Chalfi Alida Najla, memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pihaknya menjadi…
Potensi pasar otomotif Jawa Timur masih menarik perhatian produsen kendaraan asal Korea Selatan, KIA. PT…
Kasus dugaan keracunan massal menimpa ratusan siswa tingkat SD hingga SMP di wilayah Kelurahan Tembok…
Kasus dugaan keracunan makanan massal menimpa ratusan siswa tingkat SD dan SMP di wilayah Kelurahan…
Pemkab Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Beasiswa Pemkab Sidoarjo Tahun…
This website uses cookies.