“Dari hasil peninjauan langsung yang kami lakukan, secara keseluruhan tata kelola, kebersihan, hingga prosedur yang diterapkan di SPPG ini sudah sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Namun kami tetap akan menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” ungkap Armuji, Senin (11/5).
Pemkot Surabaya bersama kepolisian kini telah menyiapkan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
Hasil uji tersebut menjadi kunci untuk menelusuri penyebab pasti dari insiden keracunan ini.
Perlu diketahui, SPPG Tembok Dukuh setiap harinya memproduksi lebih dari 3.000 porsi makanan yang didistribusikan ke 13 sekolah mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP di wilayah sekitar. (ahm)
Page: 1 2
Arus lalu lintas di Jalan Raya Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya tersendat pada Rabu (12/8) siang.…
Mantan pegawai kontrak non-ASN Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya, Tio Ferdian Rahmana…
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hadir langsung dalam prosesi pengukuhan wisuda Universitas Negeri Surabaya…
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, membeberkan ciri-ciri media yang baik…
BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang (Kancab) Kapas Krampung Surabaya menyerahkan bantuan satu…
Kanwil Kemenag Jatim turut menyemarakkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) Tahun 2026 yang digelar serentak…
This website uses cookies.