“Dari hasil peninjauan langsung yang kami lakukan, secara keseluruhan tata kelola, kebersihan, hingga prosedur yang diterapkan di SPPG ini sudah sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Namun kami tetap akan menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” ungkap Armuji, Senin (11/5).
Pemkot Surabaya bersama kepolisian kini telah menyiapkan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
Hasil uji tersebut menjadi kunci untuk menelusuri penyebab pasti dari insiden keracunan ini.
Perlu diketahui, SPPG Tembok Dukuh setiap harinya memproduksi lebih dari 3.000 porsi makanan yang didistribusikan ke 13 sekolah mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP di wilayah sekitar. (ahm)
Page: 1 2
Aksi demo yang digelar sekelompok massa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6), berakhir…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong terwujudnya integrasi layanan kesehatan melalui sistem Satu Data Kesehatan…
Sebanyak 34.457 jemaah haji telah tiba di tanah air melalui Debarkasi Surabaya. Proses kepulangan yang…
Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya secara resmi telah menuntaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang…
Amerika Serikat menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kekalahan dramatis 2-3 dari Turki dalam…
Paraguay dan Australia menutup perjuangan mereka di Grup D Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang…
This website uses cookies.