Meski kasus ini sangat melukai citra dunia pesantren, Gus Ipul berharap masyarakat tidak menyamaratakan semua lembaga pendidikan agama.
Ia menekankan bahwa masih jauh lebih banyak pondok pesantren yang memberikan pelayanan dan pendidikan moral yang baik bagi generasi muda.
Saat ini, para korban terus mendapatkan pengamanan dan pemulihan trauma dari berbagai pihak agar masa depan mereka tidak hancur akibat perbuatan sang predator.
Kementerian Sosial bersama Komnas Perlindungan Anak kini tengah bergerak cepat untuk memastikan keadilan ditegakkan dan korban pulih kembali. (ahm)
Page: 1 2
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga konektivitas, keselamatan, serta pengawasan wilayah antarpulau.…
Pemkot Surabaya mengambil alih sementara hak asuh anak berinisial A dari pasangan suami istri Sunar…
Polemik mengenai tata kelola iuran RT/RW dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) di kawasan CitraLand Surabaya…
Nasib warga yang telah lama bermukim di kawasan emplasemen Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi sorotan…
Peran sivitas akademika di perguruan tinggi dinilai menjadi penentu arah serta masa depan bangsa. Hal…
Suasana penuh keceriaan menyelimuti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya.…
This website uses cookies.