Meski kasus ini sangat melukai citra dunia pesantren, Gus Ipul berharap masyarakat tidak menyamaratakan semua lembaga pendidikan agama.
Ia menekankan bahwa masih jauh lebih banyak pondok pesantren yang memberikan pelayanan dan pendidikan moral yang baik bagi generasi muda.
Saat ini, para korban terus mendapatkan pengamanan dan pemulihan trauma dari berbagai pihak agar masa depan mereka tidak hancur akibat perbuatan sang predator.
Kementerian Sosial bersama Komnas Perlindungan Anak kini tengah bergerak cepat untuk memastikan keadilan ditegakkan dan korban pulih kembali. (ahm)
Page: 1 2
Status sebagai juara Asia ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan Qatar dari kenyataan pahit di Piala…
Dishub Kota Surabaya secara resmi menghentikan peredaran karcis parkir sebagai langkah lanjutan penerapan digitalisasi pengelolaan…
Panggung Piala Dunia 2026 telah memasuki fase paling mendebarkan. Matchday terakhir fase grup mulai bergulir…
Seorang perempuan berinisial RYS, warga Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil…
Dinas Dikbud Kabupaten Sidoarjo resmi menggunakan hak jawab perihal potongan berita yang menyebut ribuan kursi…
Kolombia memastikan kursi di fase gugur Piala Dunia 2026 setelah menundukkan DR Kongo dengan skor…
This website uses cookies.