Meski kasus ini sangat melukai citra dunia pesantren, Gus Ipul berharap masyarakat tidak menyamaratakan semua lembaga pendidikan agama.
Ia menekankan bahwa masih jauh lebih banyak pondok pesantren yang memberikan pelayanan dan pendidikan moral yang baik bagi generasi muda.
Saat ini, para korban terus mendapatkan pengamanan dan pemulihan trauma dari berbagai pihak agar masa depan mereka tidak hancur akibat perbuatan sang predator.
Kementerian Sosial bersama Komnas Perlindungan Anak kini tengah bergerak cepat untuk memastikan keadilan ditegakkan dan korban pulih kembali. (ahm)
Page: 1 2
Dalam pertemuan Halalbihalal yang berlangsung di Aula An-Nawawy, Pondok Pesantren Lirboyo, Kamis (7/5/2026), Forum Rois…
Munculnya klaster dugaan infeksi Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang saat ini sedang berlayar…
Pemkot Surabaya menambah delapan unit rumah pompa baru pada tahun 2026 ini. Pembangunan fasilitas pengelolaan…
Dirjen Risbang Kemdiktisaintek RI, Dr. Mohammad Fauzan Adziman ST MEng, memberikan dukungan penuh terhadap berbagai…
Pengguna media sosial dituntut untuk bijak dan berhati-hati. Sebab, di era digitalisasi, hoaks, ujaran kebencian,…
Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat kelas kakap praktik perjokian dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)…
This website uses cookies.