Dari 33.000 unit yang dibantu, diproyeksikan mampu menyerap hingga 99.000 tenaga kerja, serta menggerakkan sektor logistik, toko bangunan, hingga usaha kuliner di sekitar lokasi.
“Ini akan menggerakkan semua sektor. Bahkan warung-warung jualan di sekitar proyek juga akan ikut merasakan. Karena para pekerja pasti makan. Jadi ekonomi akan bergerak luar biasa,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Surabaya adalah semangat gotong royong melalui program Kampung Pancasila.
Meski kemampuan APBD Kota hanya mampu memperbaiki sekitar 2.400 unit per tahun, namun berkat sinergi dengan kementerian dan swasta, target tahun ini bisa melonjak tajam.
“Tahun ini InsyaAllah bisa mencapai 4.000 unit. Pemkot bisa melakukan 2.400, lalu Pak Menteri PKP menyumbang 1.000 unit. Sisanya dibantu oleh pengembang besar seperti Pakuwon dan Ciputra,” ungkap Eri.
“Membangun kota tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tapi butuh sinergi. Saya gerakkan pengusaha, tunjukkan hasilnya, mereka percaya dan alhamdulillah tahun ini bisa capai angka tersebut,” tuturnya.
Timnas Portugal akhirnya menunjukkan taring asli mereka di Piala Dunia 2026. Setelah sempat memanen kritik…
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur menerima penyerahan aset rampasan negara hasil…
enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…
Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu…
Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…
Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…
This website uses cookies.