Categories: Nasional

Ribuan Warga Prigen Turun ke Jalan Gelar Aksi, Tolak Alih Fungsi Lahan Hutan Tretes 22,5 Hektar

METROTODAY, PASURUAN – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (GEMA DUTA) menggelar aksi damai besar-besaran di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/3).

Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap rencana alih fungsi lahan Hutan Tretes seluas 22,5 hektar oleh pihak swasta PT Stasionkota Saranapermai.

Massa membawa spanduk besar bertuliskan: “TOLAK ALIH FUNGSI HUTAN TRETES – AREK PRIGEN BERGERAK!”. Mereka menuntut agar fungsi hutan tetap dipertahankan demi menjaga ketersediaan sumber air dan keseimbangan ekosistem lokal yang menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitar.

Massa yang memadati titik kumpul di Pertigaan Dung Biru, Tretes. Dengan mengendarai sepeda motor dan membawa atribut aksi, mereka melakukan long march menuju Jalan Letkol Belwe Limas Taman Wisata.

Ketua Aliansi GEMA DUTA, Priya Kusuma, menyatakan bahwa aksi ini dipicu oleh kekhawatiran warga akan kelestarian ekosistem hutan yang terancam oleh rencana proyek pihak swasta.

Massa Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (GEMA DUTA) menggelar aksi damai di kawasan Tretes menolak alih fungsi hutan, Minggu (29/3). (Foto: istimewa)

“Hutan Tretes adalah warisan alam yang memberikan kehidupan bagi kita semua. Kami memandang perlu adanya kesatuan gerak untuk menjaga lingkungan ini dari kerusakan,” ujar Priya.

Aksi yang diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda, penggiat lingkungan, dan mahasiswa berjalan dengan tertib. “Kami menegaskan bahwa kehadiran kami adalah simbol kekuatan rakyat dalam menjaga tanah kelahiran dari ancaman kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Mereka mengajukan lima poin tuntutan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti, yakni

1. MENOLAK KERAS segala bentuk rencana pembangunan dan alih fungsi lahan di kawasan ekos hutan produksi (Petak 50b RPH Prigen), baik yang direncanakan sebagai Real Estate maupun replanning menjadi “Pariwisata Alam Terpadu”.

2. MENEGASKAN bahwa perubahan konsep proyek hanyalah upaya kosmetik yang tidak menghilangkan dampak ekologis, karena pembangunan di lokasi dengan ketinggian 883 – 1018 mdpl dan lereng curam akan merusak fungsi resapan air serta mengancam warga dari bencana banjir bandang dan tanah longsor.

3. MENDESAK DPRD Pansus Kabupaten Pasuruan menerbitkan Surat Rekomendasi untuk menghentikan kegiatan dan membatalkan perijinan PT Stasionkota Saranapermai.

4. MENUNTUT Bupati Pasuruan menerbitkan Moratorium Total atas perizinan pembangunan di kawasan imbuhan air/sabuk hijau lereng Gunung Arjuno demi menjaga kedaulatan air warga.

5. MENDESAK pihak ATR/BPN meninjau kembali dan membatalkan SHGB yang telah terbit di atas lahan tersebut, mengingat defisit legitimasi sosial dan potensi pelanggaran tata ruang.

“Kami berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera merespons tuntutan tersebut untuk membatalkan rencana alih fungsi lahan hutan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sehari Jelang Penutupan Operasional Haji 2026, 95 Persen Jemaah Debarkasi Surabaya Sudah Pulang ke Tanah Air

Menjelang berakhirnya rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, proses kepulangan jemaah Debarkasi Surabaya telah mencapai…

54 minutes ago

Jalan Radial Road Lontar Surabaya Resmi Diuji Coba, Jalan Lontar jadi Satu Arah

Pemkot Surabaya resmi membuka akses Jalan Radial Road Lontar. Pembukaan jalan di kawasan Surabaya Barat…

1 hour ago

Raih Gelar Doktor Pertama Prodi Hukum Unair, Nyai Lelly Tawarkan Model Pendidikan Berbasis Qonun Asasi NU

Lelly Lailiyah Novianti resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil menyelesaikan ujian doktor terbuka yang digelar…

2 hours ago

Terlihat Santai di Rekaman CCTV, Maling Gondol Motor Media Officer Persebaya di Made Surabaya

Nasib kurang beruntung menimpa Jonathan Yohvino, Media Officer Persebaya Surabaya. Ia harus kehilangan sepeda motor…

2 hours ago

Pengunduran Diri Pelatih Tak Cukup, Skuad Korsel Pulang Disambut Amarah Suporter dan Murka Istana

Langkah lemas skuad Korea Selatan saat menapakkan kaki di Bandara Internasional Incheon pada Selasa subuh…

4 hours ago

Oranje Masuk Angin di Monterrey, Niat Mengulur Waktu Malah Keterusan Ulur Sampai Bandara

Maroko kembali menegaskan statusnya sudah bukan lagi kuda hitam. Setelah mampu menembus semifinal Piala Dunia…

5 hours ago

This website uses cookies.