Categories: Nasional

Tes Tahap Kedua Petugas Haji Jatim Digelar di Asrama Haji Surabaya, Gus Irfan: Jangan Paksakan yang Tak Layak Berangkat

METROTODAY, SURABAYA – Calon petugas haji Jawa Timur yang akan mendampingi jemaah dari embarkasi hingga tanah suci pada haji 2026 tengah mengikuti tes tahap kedua, Kamis (11/12), di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, hadir langsung memberikan pengarahan kepada ratusan peserta di gedung Muzdalifah.

“Kita sudah tekankan panitia harus benar-benar menjalankan fungsi tes ini untuk mendapatkan petugas yang layak tidak ada lagi yang tidak layak dipaksakan berangkat,” tutur Gus Irfan, sapaan akrabnya.

Ia menyebut petugas yang dinyatakan lolos nantinya akan dikumpulkan selama satu bulan untuk pemantapan dan pembekalan.

Petugas haji saat menjalani tes wawancara di gedung Mina Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (11/12). (Foto: Ahmad/METROTODAY)

“Nanti setelah lolos, seluruh petugas Indonesia dikumpulkan selama sekitar 1 bulan untuk persiapan agar tahu persis apa yang harus dilakukan saat penyelenggaraan haji,” tegasnya.

Gus Irfan juga mengumumkan bahwa tes ini dilaksanakan serentak se-Indonesia, kecuali di tiga daerah yang terkena bencana.

“Aceh, Sumut, dan Sumbar kita tunda dulu sambil evaluasi dan tunggu kesiapan. Kalau dipaksakan tes, kasian mereka. Kita pantau dan koordinasi terus dengan kementerian,” terangnya.

Untuk memastikan transparansi, tim pemantau sudah disiapkan. “Mereka sejak di kabupaten/kota nilainya sudah dipantau. Insyaallah tidak ada kecurangan,” tegas Irfan.

Sementara itu menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jatim, Mohammad As’adul Anam, tes tahap kedua meliputi calon petugas kloter dan PPIH (Petugas Pembantu Imigrasi dan Husnul Khotimah) Arab Saudi.

“Tes sebelumnya dilakukan di kabupaten/kota. Tahap kedua ini adalah Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara, dengan bobot nilai 60 persen CAT dan 40 persen wawancara. Nilai tertinggi akan diusulkan menjadi petugas sebelum mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Ia merinci data peserta, total pendaftar awal sebanyak 5.054 orang, namun hanya 1.604 yang mengunggah berkas. Dari itu, 317 orang tidak lolos dan 1.276 lolos seleksi kabupaten/kota hingga wilayah.

Saat ini, yang mengikuti tes tahap kedua sebanyak 437 orang, terdiri dari 218 calon ketua kloter, 201 calon pembimbing, dan 18 calon PPIH yang mengurusi transportasi dan akomodasi jemaah. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

8 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

19 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

19 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

19 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

20 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

21 hours ago

This website uses cookies.