METROTODAY, SURABAYA – Untuk menekan pencemaran lingkungan di kawasan Kali Tebu, tim MOZAIK meluncurkan inovasi bernama Organic Bin (ORBIN). Program ini mengajak warga berhenti membuang sampah sisa makanan menggunakan kantong plastik sekali pakai, sekaligus mempermudah pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Langkah ini menjadi strategi pencegahan setelah tim berhasil mengevakuasi 133 ton sampah dari aliran Kali Tebu. Inisiatif ini didukung DLH Kota Surabaya, Kemenko Marves, dan UNDP Indonesia.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya, Wasis Sutikno, memberikan apresiasi penuh terhadap inovasi ini. Menurutnya saat ini, dari 1.800 ton timbulan sampah per hari di Surabaya, sebagian besar adalah sampah organik yang pengelolaannya masih harus terus kita tingkatkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ECOTON atas inovasi ORBIN yang manfaatnya sangat luar biasa ini. Kota Surabaya memiliki target wajib untuk mengurangi sampah hingga 40 persen setiap tahunnya. Dengan ORBIN, anggapan bahwa mengelola sampah organik itu sulit dapat terpatahkan karena prosesnya menjadi sangat dipermudah,” ujar Wasis, Minggu (1/11).
Dalam memfasilitasi masyarakat untuk mengelola sampah organik tanpa mengandalkan kantong plastik sekali pakai adalah langkah nyata yang sangat krusial untuk mencegah kebocoran residu plastik dan memulihkan ekosistem sungai kita, khususnya di aliran Kali Tebu.
Warga pun menyambut positif. Mujiatiningsih, Fasilitator Kelurahan sekaligus Ketua PKK RW 13 Simokerto, menyebut antusiasme warga terlihat nyata sejak awal program berjalan.
“Kami merasakan cara ini cukup efektif dan bagus. Warga juga sudah mulai merespons dan mempraktikkan pilah sampah organik dengan wadah ORBIN ini. Jadi ini tidak hanya sebatas jalannya program saja, tetapi akan kami lakukan seterusnya,” tegasnya.
Ketua Bank Sampah Markisa RT 05 Kelurahan Tanah Kalikedinding, Siti Cholifah, mengatakan di lingkungannya, bata terawang untuk pengolahan sampah organik kini terhubung langsung dengan penggunaan ORBIN.
“Di lingkungan saya terdapat bata terawang untuk mengelola sampah organik, jadi warga yang sudah memilah sampah bisa mengantar ke tempat pengolahan organik menggunakan ORBIN, dilengkapi dengan tutup dan tidak bocor, memudahkan mobilitas penyaluran sampah organik rumah tangga ke tempat komposter terdekat,” jelasnya.
Waste Prevention Manager ECOTON, Tonis Afrianto, menjelaskan keunggulan ORBIN yang dirancang berkapasitas 4–5 kilogram per wadah, dilengkapi penutup rapat dan pegangan.
“Sering kali kita melihat banyak orang menggunakan plastik sekali pakai untuk mengumpulkan sampah organik dari dapur. Akibatnya, pembuangan ini menjadi dua jenis: sampah organiknya dan pembungkus plastiknya yang kemudian menjadi residu. Dengan ORBIN, warga cukup mudah tinggal membawa sampah dari dapur langsung menuju ke tempat pengelolaan tanpa perlu memproduksi sampah plastik baru,” jelas Tonis.
Hingga Oktober 2026, lebih dari 300 ORBIN telah terdistribusi dari target 750 unit, tersebar di tiga kelurahan sepanjang Kali Tebu, Simokerto, Kapas Madya Baru, dan Tanah Kali Kedinding.
Program ini kini mulai direplikasi ke wilayah lain, termasuk puluhan rumah tangga di Kota Batu melalui program RW Mandiri Sampah. (ahm)


