Categories: Lifestyle

METROWATCH #3: Obsession, Kala Hasrat Mengalahkan Akal Sehat

METROTODAY, SIDOARJO – Film horor psikologis Obsession menjadi salah satu judul yang paling ramai dibicarakan pada 2026. Disutradarai sekaligus ditulis Curry Barker, film garapan rumah produksi Focus Features ini tayang di bioskop Indonesia pada 26 Juni 2026 dengan durasi 1 jam 48 menit dan rating R.

Artinya, Obsession diperuntukkan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas. Rating tersebut diberikan karena film memuat adegan kekerasan berdarah, unsur horor yang intens, bahasa kasar, serta sejumlah konten dewasa yang menjadi bagian dari alur cerita.

Di IMDb, Obsession tercatat memperoleh nilai sekitar 8,1/10, sementara Rotten Tomatoes menempatkannya di angka 94 persen untuk Tomatometer berdasarkan ratusan ulasan kritikus.

Cerita Obsession berpusat pada Bear, seorang pemuda culun yang nekat memakai benda misterius bernama “One Wish Willow” untuk membuat Nikki, sahabat sekaligus wanita yang ia sukai, jatuh cinta kepadanya. Keinginan itu memang terkabul, tetapi justru memicu rangkaian kejadian yang makin mencekam ketika cinta berubah menjadi keterikatan obsesif yang tidak sehat. Fokus cerita ini menempatkan film sebagai horor tentang keinginan, manipulasi, dan harga mahal dari cinta yang dipaksakan.

Secara atmosfer, Obsession bergerak jauh dari horor jump-scare konvensional. Rotten Tomatoes menulis konsensus kritikus bahwa film ini sengaja mengambil anggapan yang “menjijikkan” lalu mengolahnya menjadi tontonan yang disturbing dan menegangkan sekaligus. RogerEbert juga menilai Barker tidak terlalu tertarik pada teror rumah berhantu tradisional, melainkan memilih ritme yang ganjil dan tidak nyaman, sehingga film lebih terasa sebagai horor psikologis dengan komedi hitam yang perlahan berubah makin runyam.

Daya tarik terbesar film ini berada pada penampilan Inde Navarrette sebagai Nikki. Rotten Tomatoes menyebut banyak penonton terkesan pada performanya, sementara ulasan dari berbagai media menilai Navarrette mampu membawa energi yang liar, menakutkan, sekaligus tragis ke dalam karakter yang awalnya tampak sederhana. Michael Johnston sebagai Bear juga disanjung karena memberi bobot emosional pada sosok protagonis yang terjebak di antara cinta, rasa takut, dan konsekuensi dari pilihannya sendiri.

Respons kritikus secara umum sangat positif. Variety menyebut Obsession sebagai horor yang cerdas dan menyeramkan dengan pendekatan yang dirujuk dari film “old-school monkey’s paw” untuk relasi modern, sementara IndieWire menilai film ini sebagai salah satu horor terbaik sejauh pertengahan 2026. The Atlantic juga menyorot bagaimana Barker berbicara langsung kepada generasi muda dengan memanfaatkan keresahan relasi, kesepian, dan ketidakmampuan mengelola keinginan pribadi yang relevan dengan perasmaraan saat kini.

Di sisi penonton, film ini juga mendapat sambutan kuat. Rotten Tomatoes mencatat skor penonton di kisaran 94 persen, dan sejumlah komentar publik memuji film ini sebagai tontonan yang grotesk, gelap, tetapi tetap bikin penasaran untuk diikuti. Dengan bekal respons positif dari kritikus dan penonton, Obsession kini dipandang sebagai salah satu horor paling menonjol pada 2026, sekaligus penanda bahwa sang sutradara sukses mencuri panggung lewat debut layar lebarnya. (ezaar)

Naufal

Recent Posts

43,2 Juta Batang Rokok Ilegal Dibakar, Selamatkan Rp 36 M Kerugian Negara

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur I bersama KPPBC TMP…

1 hour ago

HUT RI, Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Salurkan Bantuan ke YPAC Surabaya

Keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya melanjutkan tradisi kepedulian sosial.

2 hours ago

Muktamar Ke-35 NU di Jombang: Ini Ringkasan Agenda Lengkapnya, Dibuka Presiden Prabowo

Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi merilis rangkaian agenda dan ketentuan teknis pelaksanaan perhelatan…

6 hours ago

Digitalisasi Muktamar Ke-35 NU: Peserta Dibekali Kartu Chip, Gunakan 100 Kamera CCTV

PBNU resmi menghadirkan terobosan berbasis teknologi digital dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren…

6 hours ago

Pemimpin Paling Berbahaya Bukan yang Bodoh, tapi Yang Bikin Semua Orang Berhenti Berpikir

Tugas pemimpin bukan membuat dirinya semakin dibutuhkan. Tugasnya adalah membuat semakin banyak orang mampu berpikir,…

8 hours ago

PDNA Sidoarjo Semarakkan Muktamar dan HUT RI dengan Seminar Parenting hingga Lomba Nasional

Rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif menyemarakkan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 Republik…

1 day ago

This website uses cookies.