Surabaya Jadi Kota Pertama Tayangkan Film Foufo, 70 Persen Dialog Pakai Bahasa Madura

Film Foufo juga bekerja sama dengan studio lokal Surabaya, Hompimpa, dalam mendesain animasi karakter alien dengan kualitas yang tak kalah dari studio nasional maupun internasional.

Kolaborasi tersebut merupakan bentuk kreativitas talenta lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Keterlibatan aktor daerah membawa warna dan aspirasi yang nyata di dalam film.

Salah satu pemeran asal Sumenep, Madura, Fuad Sasmita kebagian peran menjadi guru honorer. “Saya berharap film ini bisa menjadi pemantik bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer di pelosok daerah,” tutur Fuad.

Ada Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

Ceritanya berpusat pada kehidupan Muslim (Tretan Muslim), seorang pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul rongsokan. Saudaranya ada yang bekerja sebagai guru honorer dan tukang servis alat elektronik.

Di tengah impitan ekonomi untuk melunasi biaya haji sang ibu, sebuah pesawat alien bernama Foufo jatuh di lingkungan keluarganya.

Kehadiran teknologi canggih dari luar angkasa awalnya menjadi solusi bagi berbagai masalah mereka.

Namun, situasi menjadi genting ketika Foufo mendadak kehabisan energi tepat di saat tenggat waktu pembayaran haji sudah di depan mata.

Muslim dihadapkan dengan dua kepentingan genting, yakni bayar haji atau membantu Foufo pulang. (ahm)

Film Foufo juga bekerja sama dengan studio lokal Surabaya, Hompimpa, dalam mendesain animasi karakter alien dengan kualitas yang tak kalah dari studio nasional maupun internasional.

Kolaborasi tersebut merupakan bentuk kreativitas talenta lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Keterlibatan aktor daerah membawa warna dan aspirasi yang nyata di dalam film.

Salah satu pemeran asal Sumenep, Madura, Fuad Sasmita kebagian peran menjadi guru honorer. “Saya berharap film ini bisa menjadi pemantik bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer di pelosok daerah,” tutur Fuad.

Ada Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

Ceritanya berpusat pada kehidupan Muslim (Tretan Muslim), seorang pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul rongsokan. Saudaranya ada yang bekerja sebagai guru honorer dan tukang servis alat elektronik.

Di tengah impitan ekonomi untuk melunasi biaya haji sang ibu, sebuah pesawat alien bernama Foufo jatuh di lingkungan keluarganya.

Kehadiran teknologi canggih dari luar angkasa awalnya menjadi solusi bagi berbagai masalah mereka.

Namun, situasi menjadi genting ketika Foufo mendadak kehabisan energi tepat di saat tenggat waktu pembayaran haji sudah di depan mata.

Muslim dihadapkan dengan dua kepentingan genting, yakni bayar haji atau membantu Foufo pulang. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait