Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku sangat terharu dan bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa besarnya dalam menyambut acara ini.
Menurutnya, Festival Rujak Uleg bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan sebuah wadah atau ruang pertemuan yang mempersatukan seluruh warga Surabaya tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial, pendidikan, maupun pekerjaan.
Pemilihan tema Piala Dunia tahun ini pun dilakukan untuk menghadirkan suasana yang lebih hidup, meriah, dan bisa dirasakan kedekatannya oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini antusiasme masyarakat luar biasa. Tadi saya juga sempat bertanya langsung ke warga, dan responsnya sangat positif. Mereka sampai mengatakan suasana di sini terasa ‘tumplek-blek’ atau sangat padat dan ramai. Pasalnya, yang ikut serta dalam kegiatan mengulek rujak hari ini sangat beragam, mulai dari pengurus hotel, ketua RW, pelaku Sentra Wisata Kuliner, hingga civitas perguruan tinggi. Jadi benar-benar menjadi pesta rakyat milik seluruh warga Surabaya,” ujar Eri.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama dan nilai istimewa dari Festival Rujak Uleg terletak pada semangat kebersamaan dan kerukunan yang terjalin di antara warga.
Melalui acara ini, terbukti bahwa pembangunan dan kemajuan Kota Surabaya dibangun di atas dasar kekuatan kolektif atau kerja sama dari seluruh elemen masyarakatnya.
“Inilah alasan utama mengapa Festival Rujak Uleg bisa masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Sebab, acara ini bukan milik kelompok atau golongan tertentu saja, melainkan menjadi wadah besar yang menyatukan semua elemen masyarakat dalam satu semangat yang sama,” tegasnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku sangat terharu dan bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa besarnya dalam menyambut acara ini.
Menurutnya, Festival Rujak Uleg bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan sebuah wadah atau ruang pertemuan yang mempersatukan seluruh warga Surabaya tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial, pendidikan, maupun pekerjaan.
Pemilihan tema Piala Dunia tahun ini pun dilakukan untuk menghadirkan suasana yang lebih hidup, meriah, dan bisa dirasakan kedekatannya oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini antusiasme masyarakat luar biasa. Tadi saya juga sempat bertanya langsung ke warga, dan responsnya sangat positif. Mereka sampai mengatakan suasana di sini terasa ‘tumplek-blek’ atau sangat padat dan ramai. Pasalnya, yang ikut serta dalam kegiatan mengulek rujak hari ini sangat beragam, mulai dari pengurus hotel, ketua RW, pelaku Sentra Wisata Kuliner, hingga civitas perguruan tinggi. Jadi benar-benar menjadi pesta rakyat milik seluruh warga Surabaya,” ujar Eri.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama dan nilai istimewa dari Festival Rujak Uleg terletak pada semangat kebersamaan dan kerukunan yang terjalin di antara warga.
Melalui acara ini, terbukti bahwa pembangunan dan kemajuan Kota Surabaya dibangun di atas dasar kekuatan kolektif atau kerja sama dari seluruh elemen masyarakatnya.
“Inilah alasan utama mengapa Festival Rujak Uleg bisa masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Sebab, acara ini bukan milik kelompok atau golongan tertentu saja, melainkan menjadi wadah besar yang menyatukan semua elemen masyarakat dalam satu semangat yang sama,” tegasnya.