Kloter 30 Debarkasi Surabaya Tunda Kepulangan karena Kepadatan Lalu Lintas Udara di Bandara Jeddah

Hingga saat ini perjalanan pulang jemaah berjalan aman dan terkendali. Tidak ada kendala serius atau insiden yang membahayakan keselamatan penerbangan, baik saat perjalanan menuju Surabaya maupun saat pemberangkatan dari Arab Saudi.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala yang signifikan. Jadi, begitu pesawat tersebut take off dari Jeddah menuju Surabaya, sampai kemudian pesawat tersebut harus kembali lagi ke Jeddah, sampai saat ini belum ada kendala yang berarti,” tuturnya.

Seperti halnya di kloter 19 yang terlambat kurang satu jam masuk ke Asrama Haji Surabaya, tak hanya itu kloter 30 yang berasal dari Lamongan dan Tuhan dijadwalkan tiba Senin (8/6) malam mundur menjadi Selasa (9/6) siang.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan jadwal kepulangan berbeda dengan keberangkatan. Apalagi di Bandara Jeddah dan Madinah menurut Anam sangat padat karena banyak jemaah dari seluruh dunia.

“Kalau keberangkatan flownya dari sini, kepulangan jadwal dari sana flow dari sana. Jadi aspek kepadatan menjadi problem karena sangat padat sedunia,” tutur Anam.

Sementara itu hingga saat ini PPIH Debarkasi Surabaya mencatat 59 orang wafat di tanah suci. Sedangkan saat keberangkatan satu orang wafat 1 orang sehingga total ada 60 orang wafat. (ahm)

Hingga saat ini perjalanan pulang jemaah berjalan aman dan terkendali. Tidak ada kendala serius atau insiden yang membahayakan keselamatan penerbangan, baik saat perjalanan menuju Surabaya maupun saat pemberangkatan dari Arab Saudi.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala yang signifikan. Jadi, begitu pesawat tersebut take off dari Jeddah menuju Surabaya, sampai kemudian pesawat tersebut harus kembali lagi ke Jeddah, sampai saat ini belum ada kendala yang berarti,” tuturnya.

Seperti halnya di kloter 19 yang terlambat kurang satu jam masuk ke Asrama Haji Surabaya, tak hanya itu kloter 30 yang berasal dari Lamongan dan Tuhan dijadwalkan tiba Senin (8/6) malam mundur menjadi Selasa (9/6) siang.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan jadwal kepulangan berbeda dengan keberangkatan. Apalagi di Bandara Jeddah dan Madinah menurut Anam sangat padat karena banyak jemaah dari seluruh dunia.

“Kalau keberangkatan flownya dari sini, kepulangan jadwal dari sana flow dari sana. Jadi aspek kepadatan menjadi problem karena sangat padat sedunia,” tutur Anam.

Sementara itu hingga saat ini PPIH Debarkasi Surabaya mencatat 59 orang wafat di tanah suci. Sedangkan saat keberangkatan satu orang wafat 1 orang sehingga total ada 60 orang wafat. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait