Portugal dan Ronaldo Nomor Dua, Jalur Terjal Sudah Menunggu di Depan Mata

METROTODAY, MIAMI – Portugal gagal mengkudeta puncak klasemen Grup K setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Sabtu (27/6) waktu setempat.

Meski kedua tim baik Kolombia atau pun Portugal sama-sama memastikan langkah ke babak 32 besar, hasil imbang ini terasa lebih baik bagi Kolombia yang finis sebagai juara grup dengan tujuh poin.

Sementara Portugal harus puas menjadi runner-up dengan lima poin setelah gagal menemukan gol penentu dalam duel yang berlangsung ketat selama 90 menit.

Sejak peluit awal dibunyikan, Kolombia tampil lebih berani menekan. Luis Diaz dan James Rodriguez beberapa kali membangun kombinasi serangan yang merepotkan lini belakang Portugal.

Tim asuhan Roberto Martinez baru menemukan ritme permainan setelah jeda hydration break, ketika Bruno Fernandes dan Vitinha mulai menguasai lini tengah. Peluang terbaik Portugal hadir melalui Bruno Fernandes, tetapi penyelamatan gemilang Camilo Vargas membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua berlangsung lebuh terbuka, dengan kedua tim saling serang, namun ketangguhan dua penjaga gawang membuat pertandingan berakhir nirgol.

Lag ini menyimpan sejumlah fenomena menarik. Kolombia sempat bersorak pada penghujung pertandingan ketika Davinson Sanchez menanduk bola ke gawang Portugal. Namun, VAR menganulis gol tersebut karena bek Galatasaray itu lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo juga gagal menorehkan gol penentu yang dapat membawa Portugal merebut posisi juara grup.

Reuters menyebutkan, hasil imbang tersebut sekaligus mengakhiri rekor Kolombia yang selama 64 tahun tak pernah memainkan pertandingan Piala Dunia dengan skor 0-0 sejak debut mereka pada edisi 1962.

Meski lolos ke fase gugur, posisi sebagai runner-up justru membuat jalan Portugal menjadi jauh lebih berliku. Tim berjuluk Quinas dijadwalkan menghadapi Kroasia pada babak 32 besar. Apabila mampu melewati rintangan itu, mereka berpotensi memasuki jalur neraka yang dihuni sejumlah raksasa Eropa.

Spanyol, Jerman, hingga Prancis berada di sisi bagan yang sama, sehingga peluang Portugal berjumpa lawan-lawan berat sebelum mencapai final terbuka lebar. Sebaliknya, Kolombia sebagai pemuncak Grup K memperoleh jalur yang relatif lebih menguntungkan dengan menghadapi Ghana pada fase gugur.

Bagi Roberto Martinez, hasil imbang ini menjadi alarm bahwa status favorit tidak selalu menjamin perjalanan mulus. Portugal memang belum terkalahkan di fase grup, tetapi kegagalan mengalahkan Kolombia dan DR Kongo membuat mereka kehilangan keuntungan finis di puncak klasemen,

Kini, setiap pertandingan akan menjadi final kepagian bagi Cristiano Ronaldo dan kolega. Sedikit saja kehilangan fokus, mimpi mengangkat trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah sepak bola Portugal bisa kandas lebih cepat dari yang dibayangkan. (eza/mt)

METROTODAY, MIAMI – Portugal gagal mengkudeta puncak klasemen Grup K setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Sabtu (27/6) waktu setempat.

Meski kedua tim baik Kolombia atau pun Portugal sama-sama memastikan langkah ke babak 32 besar, hasil imbang ini terasa lebih baik bagi Kolombia yang finis sebagai juara grup dengan tujuh poin.

Sementara Portugal harus puas menjadi runner-up dengan lima poin setelah gagal menemukan gol penentu dalam duel yang berlangsung ketat selama 90 menit.

Sejak peluit awal dibunyikan, Kolombia tampil lebih berani menekan. Luis Diaz dan James Rodriguez beberapa kali membangun kombinasi serangan yang merepotkan lini belakang Portugal.

Tim asuhan Roberto Martinez baru menemukan ritme permainan setelah jeda hydration break, ketika Bruno Fernandes dan Vitinha mulai menguasai lini tengah. Peluang terbaik Portugal hadir melalui Bruno Fernandes, tetapi penyelamatan gemilang Camilo Vargas membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua berlangsung lebuh terbuka, dengan kedua tim saling serang, namun ketangguhan dua penjaga gawang membuat pertandingan berakhir nirgol.

Lag ini menyimpan sejumlah fenomena menarik. Kolombia sempat bersorak pada penghujung pertandingan ketika Davinson Sanchez menanduk bola ke gawang Portugal. Namun, VAR menganulis gol tersebut karena bek Galatasaray itu lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo juga gagal menorehkan gol penentu yang dapat membawa Portugal merebut posisi juara grup.

Reuters menyebutkan, hasil imbang tersebut sekaligus mengakhiri rekor Kolombia yang selama 64 tahun tak pernah memainkan pertandingan Piala Dunia dengan skor 0-0 sejak debut mereka pada edisi 1962.

Meski lolos ke fase gugur, posisi sebagai runner-up justru membuat jalan Portugal menjadi jauh lebih berliku. Tim berjuluk Quinas dijadwalkan menghadapi Kroasia pada babak 32 besar. Apabila mampu melewati rintangan itu, mereka berpotensi memasuki jalur neraka yang dihuni sejumlah raksasa Eropa.

Spanyol, Jerman, hingga Prancis berada di sisi bagan yang sama, sehingga peluang Portugal berjumpa lawan-lawan berat sebelum mencapai final terbuka lebar. Sebaliknya, Kolombia sebagai pemuncak Grup K memperoleh jalur yang relatif lebih menguntungkan dengan menghadapi Ghana pada fase gugur.

Bagi Roberto Martinez, hasil imbang ini menjadi alarm bahwa status favorit tidak selalu menjamin perjalanan mulus. Portugal memang belum terkalahkan di fase grup, tetapi kegagalan mengalahkan Kolombia dan DR Kongo membuat mereka kehilangan keuntungan finis di puncak klasemen,

Kini, setiap pertandingan akan menjadi final kepagian bagi Cristiano Ronaldo dan kolega. Sedikit saja kehilangan fokus, mimpi mengangkat trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah sepak bola Portugal bisa kandas lebih cepat dari yang dibayangkan. (eza/mt)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait