Setelah skor kembali imbang, pertandingan langsung semakin terbuka. Uruguay memguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tetapi pertahanan Tanjung Verde tampil sangat rapat.
Dilansir dari New York Post, kiper yang sudah menginjak kepala empat, Vozinha kembali menjadi sosok penting di bawah mistar dengan beberapa penyelamatan krusial yang menjaga harapan penggemar dari negaranya tetap hidup hingga peluit panjang berbunyi.
Salah satu pemandangan pada pertandingan tersebut hadir dari tribun penonton. Legenda Uruguay, Luis Suarez, terlihat hadir langsung menyaksikan perjuangan mantan rekan-rekannya.
Kamera televisi beberapa kali menyorot ekspresi tegang Suarez ketika Le Celeste (julukan Uruguay) gagal mengunci kemenangan.
Kehadiran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Uruguay itu menjadi daya tarik tersendiri dalam laga yang penuh drama tersebut.
Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, mengakui timnya kembali melakukan kesalahan yang merugikan.
Menurut eks pelatih Leeds United tersebut, Uruguay merugi dengan hasil imbang dengan Tanjung Verde, karena selanjutnya harus menghadapi lawan berat Spanyol.
Di kubu Tanjung Verde, pelatih Pedro Brito menyebut hasil tersebut sebagai bukti bahwa timnya pantas berada di Piala Dunia.
Iamenegaskan bahwa timnya datang dengan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan siapapun. Pernyataan itu kini semakin sulit dibantah setelah Tanjung Verde mengambil dua poin dari dua tim unggulan secara beruntun.
Dengan populasi yang hanya sekitar setengah juta jiwa, Tanjung Verde sedang menulis kisahnya sendiri di pentas akbar terbesar di dunia.
Jika mereka mampu menang atas Arab Saudi di laga terakhir, bukan tidak mungkin Hiu Biru berpotensi menggigit siapa saja lawannya di fase berikutnya. (ezaar/mt)

