Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 menjadi pelajarab mahal bagi Turki. Mereka datang dengan iring-iringan konvoi, harapan besar dari masyarakat, dan label kuda hitam dari dunia internasional.
Kini mereka pulang membawa statistik yang mengesankan, tetapi papan skor memalukan. Dalam menyepak si kulit bundar, dominasi tanpa gol tidak pernah berarti apa-apa. Dan, Turki menjadi contoh paling menyakitkan dari kenyataan tersebut. (Ezaar)
Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 menjadi pelajarab mahal bagi Turki. Mereka datang dengan iring-iringan konvoi, harapan besar dari masyarakat, dan label kuda hitam dari dunia internasional.
Kini mereka pulang membawa statistik yang mengesankan, tetapi papan skor memalukan. Dalam menyepak si kulit bundar, dominasi tanpa gol tidak pernah berarti apa-apa. Dan, Turki menjadi contoh paling menyakitkan dari kenyataan tersebut. (Ezaar)