Memasuki babak kedua, Irak berusaha bangkit namun seringkali tertahan di depan kotak penalti Norwegia. Tercatat pada Sofascore, hanya dua tembakan yang dilepaskan Irak di babak kedua. Namun, Norwegia seolah mengajari bahwa efektivitaslah di atas segalanya.
Bek Leo Ostigard memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui sundulan kepala, sebelum gol bunuh diri Aymen Hussein pada masa injutry time memastikan kemenangan telak Norwegia dengan skor akhir 4-1.
Terdapat fakta unik di balik penampilan Haaland. Dilaporkan oleh Reuters, sebelum turnamen digelar, pelatih Norwegia Stale Solbakken secara buka-bukaan mengatakan strategi timnya sangat sederhana, yakni berikan bola kepada Haaland dan biarkan ia melaksanakan pekerjaannya.
Ucapan tersebut terbukti tepat karena striker bertinggi badan 194 cm itu menjadi pembeda dalam pertandingan dini hari tadi.
Ketajaman Haaland bukanlah hal baru. Ia menjadi mesin gol utama Norwegia saat lolos babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Haaland mencatat 16 gol dalam delapan pertandingan kualifikasi.
Dua gol tambahan ke gawang Irak membuat koleksi gol internasionalnya terus bertambah dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Norwegia.
Di usia yang masih 25 tahun, ia tentu berpeluang memperbanyak torehan pundi-pundi golnya bahkan dalam satu dekade ke depan.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, juga terlihat puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, Norwegia tidak menunjukkan rasa gugup meski tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Di sisi lain, pelatih Irak Graham Arnold meminta para pemainnya tidak kehilangan kepercayaan diri karena masih ada dua pertandingan menghadapi Prancis dan Senegal.
Kemenangan ini membuat persaingan di Grup I semakin ketat antara Norwegia dan Prancis.
Menarik untuk dinanti, karena kedua tim sama-sama ditopang oleh megabintang. Pertemuan Norwegia kontra Prancis pada 26 Juni mendatang kini berpotensi menjadi duel yang paling ditunggu di fase grup Piala Dunia 2026. (ezaar/mt)

