Babak Baru Karier Andres Iniesta, Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Gulf United

METROTODAY, DUBAI – Legenda sepak bola Spanyol, Andres Iniesta, resmi memulai fase baru dalam kariernya. Klub kasta kedua Uni Emirat Arab, Gulf United FC mengumumkan Iniesta sebagai pelatih kepala menjelang bergulirnya musim 2026/2027.

Penunjukan tersebut akan menjadi pengalaman pertama Iniesta sebagai pelatih sejak gantung sepatu pada Oktober 2024. Pemilik satu gol paling bersejarah dalam final Piala Dunia 2020 itu telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A dan saat ini dalam proses untuk memperoleh lisensi UEFA Pro.

Dalam pernyataan resminya, Iniesta menyebut Gulf United sebagai tempat ideal untuk memulai perjalanan baru di dunia kepelatihan. Dilansir dari Reuters, ia menegaskan keinginannya untuk mengembangkan bakat muda sekaligus menimba pengalaman sebagai pelatih sepak bola professional.

Presiden Gulf United, Ahmed El Saraf, menyambut kedatangan Iniesta dengan antusias. Menurutnya, sosok mantan playmaker Barcelona tersebut menjadi representasi nilai-nilai yang selama ini dipegang klub. Yakni, kualitas teknis, intelegensi bermain, dan komitmen terhadap pengembangan pemain muda.

Sebelum terjun dalam dunia kepelatihan, Iniesta menjalani fase akhir kariernya jauh dari sorotan sepak bola Eopa. Setelah berhenti dari FC Barelona pada 2018, ia bergabung dengan Vissel Kobe di Jepang.

Selama lima musim bersama Vissel Kobe, Iniesta menjadi ikon perkembangan klub tersebut. Ia membantu tim meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub, yakni Emperor’s Cup 2019 serta memenangkan Japanese Super Cup 2020. Kehadirannya juga meningkatkan popularitas J League (Liga Jepang) secara global dan menarik perhatian dunia terhadap sepak bola Jepang.

Namun, seiring bertambahnya usia dan berkurangnya menit bermain akibat cedera, Iniesta mengakhiri kerja samanya dengan Vissel Kove pada pertengahan 2023. Setelah itu, ia melanjutkan karier singkat bersama Emirates Club sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada Oktober 2024.

Gulf United merupakan klub muda di kancah sepak bola Uni Emirat Arab. Klub yang berbasis di Dubai tersebut baru berdiri pada 2019. Didirikan oleh sekelompok pelatih dan pengembang sepak bola Inggris dengan visi membangun jalur pengembangan pemain muda yang berkelanjutan. Salah satunya Conor Shiels yang bertindak sebagai co-founder utama. Dikabarkan oleh media Gulf, klub ini dikenal sebagai akademi Adidas pertama di Timur Tengah.

Dalam waktu singkat, Gulf United bertumbuh pesat dengan meraih promosi dan kini menembus kasta kedua sepak bola Uni Emirat Arab. Gulf United juga memiliki skuad yang bisa terbilang paling muda di liga. Sebab, fokusnya memang pada pembinaan talenta muda ketimbang merekrut pemain bintang. Menurut Barca Blaugranes, filosofi tersebut diyakini menjadi salah satu alasan utama mengapa Iniesta tertarik menerima pinangan sebagai kepala pelatih tim senior Gulf.

Meski belum punya sejarah panjang maupun koleksi trofi bergengsi, Gulf United mulai mendapat atensi internasional berkat proyek pengembangan pemain muda, kemitraan dengan berbagai organisasi sepak bola, dan kini kedatangan salah satu gelandang terbaik sepanjang masa sebagai pelatih kepala mereka. (ezaar)

METROTODAY, DUBAI – Legenda sepak bola Spanyol, Andres Iniesta, resmi memulai fase baru dalam kariernya. Klub kasta kedua Uni Emirat Arab, Gulf United FC mengumumkan Iniesta sebagai pelatih kepala menjelang bergulirnya musim 2026/2027.

Penunjukan tersebut akan menjadi pengalaman pertama Iniesta sebagai pelatih sejak gantung sepatu pada Oktober 2024. Pemilik satu gol paling bersejarah dalam final Piala Dunia 2020 itu telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A dan saat ini dalam proses untuk memperoleh lisensi UEFA Pro.

Dalam pernyataan resminya, Iniesta menyebut Gulf United sebagai tempat ideal untuk memulai perjalanan baru di dunia kepelatihan. Dilansir dari Reuters, ia menegaskan keinginannya untuk mengembangkan bakat muda sekaligus menimba pengalaman sebagai pelatih sepak bola professional.

Presiden Gulf United, Ahmed El Saraf, menyambut kedatangan Iniesta dengan antusias. Menurutnya, sosok mantan playmaker Barcelona tersebut menjadi representasi nilai-nilai yang selama ini dipegang klub. Yakni, kualitas teknis, intelegensi bermain, dan komitmen terhadap pengembangan pemain muda.

Sebelum terjun dalam dunia kepelatihan, Iniesta menjalani fase akhir kariernya jauh dari sorotan sepak bola Eopa. Setelah berhenti dari FC Barelona pada 2018, ia bergabung dengan Vissel Kobe di Jepang.

Selama lima musim bersama Vissel Kobe, Iniesta menjadi ikon perkembangan klub tersebut. Ia membantu tim meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub, yakni Emperor’s Cup 2019 serta memenangkan Japanese Super Cup 2020. Kehadirannya juga meningkatkan popularitas J League (Liga Jepang) secara global dan menarik perhatian dunia terhadap sepak bola Jepang.

Namun, seiring bertambahnya usia dan berkurangnya menit bermain akibat cedera, Iniesta mengakhiri kerja samanya dengan Vissel Kove pada pertengahan 2023. Setelah itu, ia melanjutkan karier singkat bersama Emirates Club sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada Oktober 2024.

Gulf United merupakan klub muda di kancah sepak bola Uni Emirat Arab. Klub yang berbasis di Dubai tersebut baru berdiri pada 2019. Didirikan oleh sekelompok pelatih dan pengembang sepak bola Inggris dengan visi membangun jalur pengembangan pemain muda yang berkelanjutan. Salah satunya Conor Shiels yang bertindak sebagai co-founder utama. Dikabarkan oleh media Gulf, klub ini dikenal sebagai akademi Adidas pertama di Timur Tengah.

Dalam waktu singkat, Gulf United bertumbuh pesat dengan meraih promosi dan kini menembus kasta kedua sepak bola Uni Emirat Arab. Gulf United juga memiliki skuad yang bisa terbilang paling muda di liga. Sebab, fokusnya memang pada pembinaan talenta muda ketimbang merekrut pemain bintang. Menurut Barca Blaugranes, filosofi tersebut diyakini menjadi salah satu alasan utama mengapa Iniesta tertarik menerima pinangan sebagai kepala pelatih tim senior Gulf.

Meski belum punya sejarah panjang maupun koleksi trofi bergengsi, Gulf United mulai mendapat atensi internasional berkat proyek pengembangan pemain muda, kemitraan dengan berbagai organisasi sepak bola, dan kini kedatangan salah satu gelandang terbaik sepanjang masa sebagai pelatih kepala mereka. (ezaar)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait