Categories: Bumi Aulia

Karamah Sayyid Hasan Al-Madinah, Waliyullah Sidoarjo dari Desa Bohar; Keturunan Sunan Gunungjati (2)

Selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447H, Metrotoday.id menayangkan kisah-kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

Siapakah Sayyid Hasan Al-Madinah itu? Menurut keterangan Qomaruddin, tokoh Desa Bohar, Kecamatan Taman, Sayyid Hasan Al-Madinah adalah putra Sayyid Arif Segoropuro, Pasuruan. Sayyid Arif bersama kakaknya, Sayyid Sulaiman, adalah murid Mbah Sholeh Semendi di Winongan, Pasuruan.

Ketika mereka berdua datang untuk berguru, Mbah Sholeh melihat kedua calon murid barunya itu bukanlah orang biasa. Mbah Sholeh melihat kilatan cahaya dari kedua calon santri barunya tersebut. Sejak itu Sayyid Arif dan Sayyid Sulaiman menjadi murid istimewa Mbah Sholeh.

Di sisi lain, Mbah Sholeh meyakini, kelak kedua muridnya itu akan memberikan keturunan yang dapat membantu penyebaran agama Islam. Sayyid Arif akhirnya membuka hutan belantara di kawasan Pasuruan yang berbatasan dengan laut. Desa tersebut dinamakan Segoropuro yang terjemahan bebasnya bisa sebagai desa yang menjadi segoro pangapuro atau samudera maaf.

Hal ini diartikan bahwa orang hidup harus mudah memaafkan kepada siapapun. Namun versi lain dari tradisi lisan menyebutkan bahwa nama Desa Segarapuro diartikan sebagai segera nyuwun pangapuro (segera memohon ampunan).

Sayyid Arif sendiri merupakan putra dari Sayid Abdurrahman dan Syarifah Khadijah yang merupakan keturunan dari Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gunungjati. Sayyid Arif mempunyai putra Sayyid Hasan Madinah, sedangkan Sayyid Sulaiman memiliki putra Sayyid Al-Baqir.

Nah, Sayyid Hasan Madinah sendiri memiliki dua anak, yaitu Joko Laut dan Fatimah. Keduanya juga terlibat dalam penyebaran Islam di Sidoarjo dan sekitarnya. Fatimah kemudian menikah dengan Ainul Yaqin yang kemudian lebih dikenal sebagai Bagus Santri.

Di daerah Bohar sendiri, pada dekade 1980-an, lebih dikenal makam Bagus Santri yang tak lain adalah menantu Sayyid Hasan Madinah. Kondisi tersebut melahirkan mitos yang berkembang dari mulut ke mulut bahwa di Desa Bohar, menantu akan lebih sukses dibandingkan anak kandung.

’Di sini kalau menantu dan anak kandung tinggal dalam satu desa, maka akan lebih dikenal anak menantu dalam hal keilmuannya,” terang Qomaruddin. Anak kandung akan menjadi sukses apabila bertempat tinggal di desa yang lain. ”Bergantung saja, salah satunya harus keluar kalau ingin mukti,” ujarnya.

Posisi makam Sayyid Hasan Al-Madinah paling kanan. (Foto: DIte Surendra)

Bagaimana makam Waliyullah Sayyid Hasan Madinah ditemukan?

Pencarian makam Waliyullah Sayyid Hasan Madinah juga memiliki kisah tersendiri. Adalah K.H. Mas Muchammad Nur Muchibbin yang tercatat sebagai dzuriyah-nya merasa perlu untuk mencari makam Sayyid Hasan Madinah. Karenanya, beliau mengadakan riyadloh di kawasan Bohar pada 1987. Selama seminggu, K.H. Mas Muhammad Nur mengadakan tirakatan dengan melakukan puasa mutih.

Saat menjelang tengah malam, K.H. Mas Muhammad Nur mengajak para santrinya ke area makam. Hingga, K.H. Mas Muhammad Nur meyakini bahwa makam Sayyid Hasan berada tak jauh dari menantunya tersebut.

”Kalau di desa itu biasanya makam yang usianya lebih tua di sisi timur. Berturut-turut yang muda berada di sebelahnya. Itu menandakan bahwa yang lebih tua harus memangku yang muda,” kata Qomaruddin menirukan keterangan K.H. Mas Muhammad Nur.

Semula, makam Sayyid Hasan Madinah juga belum sebagus dan serapi sekarang. Yang terlihat ketika itu hanya tumpukan batu bata. Namun, setelah K.H. Mas Muhammad Nur mengadakan tirakatan, lalu ditemukan kompleks makam tersebut, lalu dibersihkan dan diadakan haul yang pertama. Tidak berhenti sampai di situ, K.H. Mas Muhammad Nur masih terus melakukan riyadloh berturut-turut selama lima tahun setelahnya. (*/Bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia milik Bappeda Kabupaten Sidoarjo.

 

Naufal

Recent Posts

8 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, 6 di Tanah Suci, 2 Sebelum Berangkat

Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter keberangkatan Embarkasi Surabaya kini telah resmi berada…

15 hours ago

Turun ke Desa, Bupati Subandi Salurkan Bantuan dan Dampingi Warga Rentan

Saat akhir pekan, Bupati Sidoarjo Subandi kerap melakukan kegiatan sambang rakyat. Melihat secara langsung dari…

20 hours ago

PHI Surabaya Tegaskan Legalitas Tindakan PT Indopherin Jaya, PHK Memiliki Dasar Hukum

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusan perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Sby…

22 hours ago

SNPMB 2026: Lebih 90 Persen Peserta SNBT Gunakan Joki untuk Lolos Jurusan Kedokteran

Praktek kecurangan dengan menggunakan joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes…

1 day ago

Satpam di Sukomanunggal Surabaya Ditemukan Tewas dengan 6 Tusukan

Seorang satpam bernama Deky, 34, warga Pesapen, Surabaya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos…

1 day ago

Fardhan Jemaah Haji Termuda Bali, Bawa Buku Doa dari Teman Sekelas untuk Dibacakan di Tanah Suci

Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja…

2 days ago

This website uses cookies.