Categories: Bumi Aulia

Jejak Karamah Mbah Barnawi, Waliyullah dan Legenda Pejuang Sidoarjo dari Desa Ngaresrejo (1)

Selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447H, Metrotoday.id menayangkan kisah-kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

Di balik cerita Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, tersimpan kisah luar biasa tentang sosok yang menjadi bagian penting dalam sejarah penyebaran ajaran Islam di Sidoarjo: Mbah Barnawi. Nama beliau memang tak tercatat dalam buku sejarah nasional. Namun, di hati masyarakat, beliau adalah tokoh besar. Tak hanya dikenal sebagai pejuang, Mbah Barnawi juga meninggalkan warisan spiritual mendalam.

Menurut H. Abdul Manaf Al-Mudri, atau yang akrab disapa Gus Iwan, warisan Mbah Barnawi tidak sebatas batu nisan atau kisah lisan. “Beliau adalah ulama, pejuang, guru, dan aulia. Sosok yang membuktikan bahwa keberanian dan kelembutan bisa berpadu dalam satu tubuh, dalam satu jalan menuju ridha Ilahi,” ujarnya.

Semangat juang, keikhlasan, dan pengabdian yang beliau tinggalkan terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakat. Kompleks makamnya yang sederhana tetap dirawat dengan baik. Di dalam kompleks tersebut, terdapat makam Mbah Barnawi dan Paseban Agung. Paseban Agung merupakan sebuah pendopo yang menjadi ruang istirahat peziarah sekaligus tempat kegiatan religious, seperti istighotsah dan haul akbar.

Sunyi yang Menenangkan, Ramai yang Mengalirkan Doa

Terletak sekitar 50 meter dari jalan utama Desa Ngaresrejo, ketenangan di kompleks makam Mbah Barnawi tetap terjaga. Peziarah datang silih berganti, terutama pada malam hari.

Menurut juru kunci makam, Muhammad Chusni, rata-rata ada 50 peziarah setiap hari. “Namun tidak pasti juga. Karena tidak sedikit juga mereka yang datang dengan rombongan,” jelas Chusni, yang mulai mengemban amanah sebagai juru kunci sejak tahun 2023, menggantikan kakaknya, almarhum Ustadz Mukhlis, yang wafat dalam kecelakaan.

Amanah Keturunan, Nasab Para Wali

Tugas juru kunci makam, menurut Chusni, memang diwariskan dalam satu garis keturunan. Kakaknya mewarisi tugas dari ayah mereka, Ustadz Hambali, dan sang ayah juga mewarisi dari generasi sebelumnya. Garis keturunan ini diyakini membawa amanah spiritual menjaga warisan Mbah Barnawi.

Dari cerita yang diwariskan turun-temurun, Mbah Barnawi disebut sebagai keturunan langsung Sunan Gunungjati. Garis nasab ini bukan sekadar kehormatan, tapi juga panggilan untuk menjadi penerang umat dan penjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Mbah Barnawi sebelum dikenal di Sidoarjo, berdasar cerita Chusni, adalah pejuang yang melawan pemerintahan Belanda. Namun, ia memutuskan untuk hijrah ke Madiun. Di sana, ia mengubah identitasnya menjadi Wongso Taruno atau Joko Taruno agar tak terdeteksi oleh tentara Belanda.

Perjalanan dakwahnya pun berlanjut hingga ke Dusun Ketawang, Kelurahan Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Di dusun ini, almarhum memiliki kakek, yaitu Mbah Muhammad Ali.

“Mbah Muhammad Ali ini dimakamkan di Dusun Ketawang. Sementara Mbah Barnawi melakukan syiar agama di wilayah Ngaresrejo (Kecamatan Sukodono) dan meninggal di Ngaresrejo,” terang dia. (*/Bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia milik Bappeda Kabupaten Sidoarjo.

Naufal

Recent Posts

Malam Tirakat HUT ke-81 RI, Bupati Subandi Berupaya Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, & Makmur

Peringatan HUT Kemerdekaan RI sangat monumental bagi seluruh rakyat Indonesia. Minggu malam (16/8/2026), digelar malam…

2 hours ago

HUT Ke-81 RI di Sidoarjo, Bupati Subandi Serahkan Remisi dan Apresiasi Inovasi Pelayanan Polresta

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan…

3 hours ago

Ratusan Pendaki Padati Pos Pendakian Sumber Lumpang, Kejar Upacara Bendera di Puncak Penanggungan

Fenomena pendaki yang ingin melakukan upacara 17 Agustus di puncak gunung semakin tinggi. Selain semangat…

11 hours ago

Pelaku Pelemparan Molotov ke Pos Polisi di Surabaya Diamankan, Penyidik Dalami Identitas dan Motif

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap terduga pelaku pelemparan benda terbakar ke Pos Polisi Lalu…

11 hours ago

Pilu Gempa NTT: Ibu Peluk Bayinya Ditemukan Meninggal di Reruntuhan Rumah di Manggarai Timur

Duka mendalam menyelimuti warga Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara…

12 hours ago

Update Gempa NTT: 53 Orang Meninggal, Pemprov NTT Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur…

12 hours ago

This website uses cookies.