Promosi di Indonesia juga diperkuat melalui Taiwan Tourism Information Center, kerja sama dengan maskapai dan agen perjalanan, serta kampanye yang melibatkan influencer dan media.
“Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim selama berada di Taiwan,” tegas David.
Sementara itu, Director of Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan, pengembangan pasar Indonesia tidak sebatas menggaet wisatawan. Hubungan antarpelaku industri pariwisata kedua negara juga menjadi perhatian.
Karena itu, Taiwan Tourism Workshop dikemas sebagai forum business matching. Pelaku industri Taiwan dipertemukan dengan mitra pariwisata Indonesia untuk membuka peluang kerja sama lebih luas.
“Melalui workshop ini, kami ingin memperkenalkan perkembangan terbaru pariwisata Taiwan kepada mitra di Indonesia. Termasuk beragam pengalaman wisata, pariwisata ramah Muslim, perjalanan berkelanjutan, serta produk-produk lokal yang unik,” ujar Abe.
Taiwan juga menawarkan sejumlah pengalaman wisata yang menyasar wisatawan Indonesia. Di antaranya panorama pegunungan dan budaya teh di Alishan, keindahan Sun Moon Lake, pemandian air panas, kuliner lokal, pasar malam, hingga pengalaman budaya di berbagai wilayah.
“Taiwan menawarkan beragam pengalaman wisata dan terus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata internasional. Bagi wisatawan Indonesia, daya tarik utama Taiwan adalah keberagaman, kemudahan akses, serta lingkungan yang ramah dan terbuka,” kata Abe. (dite)


