METROTODAY, SURABAYA – Sebuah aksi penjambretan terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Kejadian berlangsung di Jalan Simo Sidomulyo VI, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Selasa (27/10) sore.
Korban merupakan siswi SMP yang saat itu sedang berjalan sendirian saat ponselnya dirampok dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Berdasarkan rekaman yang beredar, terlihat korban berjalan sendirian sambil menggunakan ponsel. Tak lama kemudian, sepeda motor berpenumpang dua orang mendekat dan memepet korban.
Penumpang di belakang langsung merampas ponsel dari tangan korban, lalu pelaku kabur dengan memacu kendaraannya secara kencang meninggalkan lokasi.
Ibu korban, Ira Catur, menjelaskan bahwa putrinya, JS, 15, seorang siswi kelas 3 SMP, baru saja berangkat berjalan kaki menuju tempat les.
Saat jaraknya tinggal satu rumah lagi, tiba-tiba dipepet dua orang di atas motor.
“Anak saya sempat teriak-teriak keras. Warga juga keluar tapi pelaku mengendarai motor ngebut. Pelaku dua orang, satu pakai helm ojek online,” ungkap Ira, Kamis (29/10).
Ponsel yang dirampas ternyata merupakan hadiah ulang tahun yang baru dimiliki korban selama sebulan. Diduga pelaku sudah membuntuti korban sejak dari Gang V Simo Sidomulyo.
“Anaknya kan habis ulang tahun minta kado HP. Jadi baru sebulan HP itu hadiah ulang tahun anak saya,” ucapnya.
Nilai kerugian yang dialami keluarga korban mencapai sekitar Rp 7 juta. Ponsel yang dirampas berjenis Samsung A57. Melalui pelacakan, lokasi terakhir ponsel tersebut terhenti di kawasan Bukit Barisan.
Hingga saat ini, kasus tersebut belum dilaporkan ke kepolisian, namun sudah disampaikan kepada pihak RT setempat.
Video rekaman CCTV pun disebarkan ke grup warga dan media sosial sebagai peringatan agar masyarakat lebih waspada.
“Videonya CCTV disebar RT ke warga sekitar supaya warga lain waspada. HP di tracking terakhir berhenti di Bukit Barisan,” tuturnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Agus Tri Subagjo, mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Meski belum menerima laporan resmi, pihak kepolisian tetap bergerak.
“Belum ada laporan. Namun tetap kita lidik pelakunya,” pungkasnya. (ahm)


