METROTODAY, SURABAYA – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya berhasil melakukan penyelamatan terhadap seorang balita berusia dua setengah tahun yang jarinya terjepit tutup botol mainan.
Kejadian berawal ketika seorang ibu warga Kendalsari datang dengan panik membawa anaknya ke Pos Damkar Rayon 3 Rungkut, Kamis (29/10), untuk meminta bantuan pelepasan jari yang terjepit. Saat petugas bekerja, balita tersebut menangis histeris. Petugas menggunakan tang pemotong dan bekerja sangat hati‑hati untuk menghindari luka pada jari anak tersebut.
Cicik, ibu dari balita tersebut menceritakan bahwa sebelum membawa anaknya ke pos damkar, ia sudah berusaha melepaskan jari anaknya sendiri namun gagal dan malah membuat jari anak membengkak.
“Kami sudah coba melepaskan sendiri di rumah tapi tidak bisa, malah jarinya jadi membengkak. Saya sangat panik lalu langsung membawanya ke Pos Damkar,” kata Cicik.
Kabid Pemadam DPKP Kota Surabaya, M Rokhim menjelaskan bahwa proses penyelamatan berlangsung selama hampir 30 menit. Petugas melakukan pemotongan tutup botol mainan secara berhati‑hati demi keamanan balita.
“Petugas kami langsung bekerja menggunakan alat pemotong khusus dengan sangat hati‑hati karena risiko terkena luka pada jari anak sangat besar. Butuh waktu hampir 30 menit sampai tutup botol berhasil terpotong dan jari terlepas,” ungkap M Rokhim.
Setelah jari berhasil dilepaskan, balita dibawa ke klinik untuk mendapat penanganan medis terkait pembengkakan pada jarinya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya berhasil melakukan penyelamatan terhadap seorang balita berusia dua setengah tahun yang jarinya terjepit tutup botol mainan.
Kejadian berawal ketika seorang ibu warga Kendalsari datang dengan panik membawa anaknya ke Pos Damkar Rayon 3 Rungkut, Kamis (29/10), untuk meminta bantuan pelepasan jari yang terjepit. Saat petugas bekerja, balita tersebut menangis histeris. Petugas menggunakan tang pemotong dan bekerja sangat hati‑hati untuk menghindari luka pada jari anak tersebut.
Cicik, ibu dari balita tersebut menceritakan bahwa sebelum membawa anaknya ke pos damkar, ia sudah berusaha melepaskan jari anaknya sendiri namun gagal dan malah membuat jari anak membengkak.
“Kami sudah coba melepaskan sendiri di rumah tapi tidak bisa, malah jarinya jadi membengkak. Saya sangat panik lalu langsung membawanya ke Pos Damkar,” kata Cicik.
Kabid Pemadam DPKP Kota Surabaya, M Rokhim menjelaskan bahwa proses penyelamatan berlangsung selama hampir 30 menit. Petugas melakukan pemotongan tutup botol mainan secara berhati‑hati demi keamanan balita.
“Petugas kami langsung bekerja menggunakan alat pemotong khusus dengan sangat hati‑hati karena risiko terkena luka pada jari anak sangat besar. Butuh waktu hampir 30 menit sampai tutup botol berhasil terpotong dan jari terlepas,” ungkap M Rokhim.
Setelah jari berhasil dilepaskan, balita dibawa ke klinik untuk mendapat penanganan medis terkait pembengkakan pada jarinya. (ahm)