Indikasi Dugaaan Keracunan 178 PPDS Unair di RS Dr Soetomo Mengarah ke Menu Daging

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 178 orang, termasuk 172 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dan enam petugas kebersihan, diduga mengalami keracunan makanan saat mengikuti kegiatan pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (28/9).

Hingga saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya.

Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menjelaskan pihaknya langsung melakukan penanganan medis sekaligus mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), BPOM, serta Puslabfor Polda Jatim.

“Jadi sesuai dengan standar rumah sakit, kita melakukan investigasi dan penanganan pada pasien yang bersangkutan. Kemudian juga dilakukan pengamanan pada dugaan makanan tersebut untuk diperiksa di laboratorium Labkesmas, BPOM, dan Polda,” kata Prof. Cita, Selasa (29/9).

Dari total 289 peserta kegiatan, 172 mahasiswa dan enam tenaga kebersihan mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing. Enam orang sempat diobservasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan kini sudah diperbolehkan pulang.

Prof. Cita menegaskan status keracunan masih berupa dugaan sampai hasil laboratorium keluar.

“Namanya dugaan belum pasti. Dugaan itu muncul karena ada gejala setelah mengonsumsi makanan, tetapi kita menunggu hasil laboratorium untuk memastikan,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung di RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit pendidikan utama Unair, sedangkan makanan disediakan oleh FK Unair melalui penyedia dari luar kampus.

“Ditemukan indikasi bahwa peserta yang menjalani pola makan vegetarian tidak mengalami keluhan hanya mengonsumsi telur, nasi, dan sayur sehingga diduga masalah mungkin berasal dari menu daging, namun hal ini belum dapat dipastikan,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 178 orang, termasuk 172 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dan enam petugas kebersihan, diduga mengalami keracunan makanan saat mengikuti kegiatan pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (28/9).

Hingga saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya.

Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menjelaskan pihaknya langsung melakukan penanganan medis sekaligus mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), BPOM, serta Puslabfor Polda Jatim.

“Jadi sesuai dengan standar rumah sakit, kita melakukan investigasi dan penanganan pada pasien yang bersangkutan. Kemudian juga dilakukan pengamanan pada dugaan makanan tersebut untuk diperiksa di laboratorium Labkesmas, BPOM, dan Polda,” kata Prof. Cita, Selasa (29/9).

Dari total 289 peserta kegiatan, 172 mahasiswa dan enam tenaga kebersihan mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing. Enam orang sempat diobservasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan kini sudah diperbolehkan pulang.

Prof. Cita menegaskan status keracunan masih berupa dugaan sampai hasil laboratorium keluar.

“Namanya dugaan belum pasti. Dugaan itu muncul karena ada gejala setelah mengonsumsi makanan, tetapi kita menunggu hasil laboratorium untuk memastikan,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung di RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit pendidikan utama Unair, sedangkan makanan disediakan oleh FK Unair melalui penyedia dari luar kampus.

“Ditemukan indikasi bahwa peserta yang menjalani pola makan vegetarian tidak mengalami keluhan hanya mengonsumsi telur, nasi, dan sayur sehingga diduga masalah mungkin berasal dari menu daging, namun hal ini belum dapat dipastikan,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait