Brajamusti dan The Maident Kembali Bertandang di GBT, Bonek Siap Sambut Hangat Suporter PSIM

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya akan menjamu PSIM Yogyakarta, Minggu (13/9). Pertandingan ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya musim ini, suporter tim tamu kelompok Brajamusti dan The Maident kembali hadir secara langsung, setelah pengelola kompetisi I.League resmi mencabut larangan kehadiran suporter tandang.

Keputusan ini membuka kembali kesempatan bagi pendukung klub untuk mengikuti perjalanan tim kesayangannya ke kota lawan. Panitia pelaksana (Panpel) Persebaya memastikan seluruh pendukung PSIM akan disambut dengan hangat dan dilayani dengan baik selama berada di Surabaya maupun di kawasan stadion.

Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman, menyambut positif kedatangan mereka dan menilai hal ini menjadi langkah penting untuk membangun kembali hubungan yang baik antar‑kelompok suporter.

“Kami menyambut baik kedatangan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, ke Surabaya. Ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antarsuporter, terlebih setelah larangan suporter tandang dicabut,” ujar Ram, Jumat (11/9).

Ram menegaskan, sepak bola adalah ruang pertemuan beragam orang dengan semangat yang sama. Persaingan dan rivalitas di lapangan tentu sah adanya, namun di luar garis pertandingan, semangat persaudaraan dan rasa saling menghargai harus tetap menjadi pegangan utama.

“Rivalitas di lapangan tentu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi persaudaraan dan rasa saling menghormati antarsuporter harus tetap dijaga. Mari kita tunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi ruang untuk membangun hubungan yang positif,” jelasnya.

Ia juga mengingat bahwa kedua kubu memiliki basis pendukung yang dikenal sangat setia dan penuh cinta terhadap klubnya masing‑masing. Karena itu, suasana aman, tertib, dan ramah sangat diharapkan tercipta di seluruh area stadion.

Panpel juga terus mematangkan segala persiapan agar baik Bonek, Bonita, maupun pendukung PSIM yang datang dapat menikmati pertandingan tanpa gangguan. Ram pun mengajak seluruh warga pendukung Persebaya untuk memenuhi tribun dan memberikan dukungan penuh dengan cara yang positif dan berkelas.

“Kami mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Berikan dukungan dengan cara yang positif dan tertib agar pertandingan berjalan dengan aman, nyaman, serta menjadi pengalaman yang baik bagi semua pihak,” tandas Ram.

Terakhir, ia mengajak seluruh elemen pendukung Persebaya menjadikan laga ini sebagai simbol kembalinya kehangatan di tribun.

“Kami ingin GBT kembali menjadi rumah yang penuh energi positif untuk Persebaya. Ayo Bonek‑Bonita, kita sambut langsung teman‑teman suporter PSIM di GBT pada Minggu mendatang,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya akan menjamu PSIM Yogyakarta, Minggu (13/9). Pertandingan ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya musim ini, suporter tim tamu kelompok Brajamusti dan The Maident kembali hadir secara langsung, setelah pengelola kompetisi I.League resmi mencabut larangan kehadiran suporter tandang.

Keputusan ini membuka kembali kesempatan bagi pendukung klub untuk mengikuti perjalanan tim kesayangannya ke kota lawan. Panitia pelaksana (Panpel) Persebaya memastikan seluruh pendukung PSIM akan disambut dengan hangat dan dilayani dengan baik selama berada di Surabaya maupun di kawasan stadion.

Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman, menyambut positif kedatangan mereka dan menilai hal ini menjadi langkah penting untuk membangun kembali hubungan yang baik antar‑kelompok suporter.

“Kami menyambut baik kedatangan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, ke Surabaya. Ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antarsuporter, terlebih setelah larangan suporter tandang dicabut,” ujar Ram, Jumat (11/9).

Ram menegaskan, sepak bola adalah ruang pertemuan beragam orang dengan semangat yang sama. Persaingan dan rivalitas di lapangan tentu sah adanya, namun di luar garis pertandingan, semangat persaudaraan dan rasa saling menghargai harus tetap menjadi pegangan utama.

“Rivalitas di lapangan tentu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi persaudaraan dan rasa saling menghormati antarsuporter harus tetap dijaga. Mari kita tunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi ruang untuk membangun hubungan yang positif,” jelasnya.

Ia juga mengingat bahwa kedua kubu memiliki basis pendukung yang dikenal sangat setia dan penuh cinta terhadap klubnya masing‑masing. Karena itu, suasana aman, tertib, dan ramah sangat diharapkan tercipta di seluruh area stadion.

Panpel juga terus mematangkan segala persiapan agar baik Bonek, Bonita, maupun pendukung PSIM yang datang dapat menikmati pertandingan tanpa gangguan. Ram pun mengajak seluruh warga pendukung Persebaya untuk memenuhi tribun dan memberikan dukungan penuh dengan cara yang positif dan berkelas.

“Kami mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Berikan dukungan dengan cara yang positif dan tertib agar pertandingan berjalan dengan aman, nyaman, serta menjadi pengalaman yang baik bagi semua pihak,” tandas Ram.

Terakhir, ia mengajak seluruh elemen pendukung Persebaya menjadikan laga ini sebagai simbol kembalinya kehangatan di tribun.

“Kami ingin GBT kembali menjadi rumah yang penuh energi positif untuk Persebaya. Ayo Bonek‑Bonita, kita sambut langsung teman‑teman suporter PSIM di GBT pada Minggu mendatang,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait