Keruh, Berbuih dan Berbau Menyengat, Warga 12 Kawasan di Surabaya Keluhkan Pasokan Air Bersih

METROTODAY, SURABAYA – Pencemaran yang semakin parah di Kali Surabaya kini berdampak langsung ke rumah warga. Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Surya Sembada atau PDAM Surabaya melaporkan air yang mengalir ke rumah berubah keruh, berbusa, hingga berbau menyengat menyerupai bahan kimia.

Gangguan ini mulai dirasakan sejak Minggu (6/9) dan menyebar ke berbagai kawasan yakni Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, Simo, Asemrowo, Jambangan, hingga Gayungsari.

Keluhan tidak hanya soal kualitas air; banyak warga mengaku aliran juga tidak lancar, bahkan mati total hingga berhari-hari. Andi, warga Manukan, mengeluhkan pasokan air hanya muncul di waktu tertentu, kebanyakan tengah malam, padahal tagihan harus dibayar tepat waktu.

“Kalau bayar tidak boleh telat, tetapi fasilitas air seperti itu,” tuturnya, Senin (7/9).

Kondisi lebih mengkhawatirkan dialami Aries. Air yang masuk ke rumahnya tampak keruh, berbusa, dan baunya sangat menyengat terasa kuat saat dipakai mandi. Ia beruntung masih punya sumur sendiri.

“Untung masih punya sumur di rumah. Airnya berbuih, keruh, dan berbau seperti bahan kimia,” tuturnya. Ia juga memastikan keluhan serupa dialami banyak tetangganya.

Sementara itu, Nuria Rahma dari Asemrowo menceritakan pasokan air di rumahnya sempat mati total selama dua hari.

“Kemarin sama sekali tidak nyala dua hari,” katanya.

Menanggapi gelombang pengaduan, pihak Perumda Air Minum Surya Sembada segera menurunkan tim teknis ke fasilitas pengolahan air. Manajer Tata Usaha dan Humas Surya Sembada, Louis Andilun Gatu, secara terbuka memohon maaf kepada seluruh pelanggan.

“Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena air yang keruh dan berbusa,” ujar Louis.

METROTODAY, SURABAYA – Pencemaran yang semakin parah di Kali Surabaya kini berdampak langsung ke rumah warga. Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Surya Sembada atau PDAM Surabaya melaporkan air yang mengalir ke rumah berubah keruh, berbusa, hingga berbau menyengat menyerupai bahan kimia.

Gangguan ini mulai dirasakan sejak Minggu (6/9) dan menyebar ke berbagai kawasan yakni Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, Simo, Asemrowo, Jambangan, hingga Gayungsari.

Keluhan tidak hanya soal kualitas air; banyak warga mengaku aliran juga tidak lancar, bahkan mati total hingga berhari-hari. Andi, warga Manukan, mengeluhkan pasokan air hanya muncul di waktu tertentu, kebanyakan tengah malam, padahal tagihan harus dibayar tepat waktu.

“Kalau bayar tidak boleh telat, tetapi fasilitas air seperti itu,” tuturnya, Senin (7/9).

Kondisi lebih mengkhawatirkan dialami Aries. Air yang masuk ke rumahnya tampak keruh, berbusa, dan baunya sangat menyengat terasa kuat saat dipakai mandi. Ia beruntung masih punya sumur sendiri.

“Untung masih punya sumur di rumah. Airnya berbuih, keruh, dan berbau seperti bahan kimia,” tuturnya. Ia juga memastikan keluhan serupa dialami banyak tetangganya.

Sementara itu, Nuria Rahma dari Asemrowo menceritakan pasokan air di rumahnya sempat mati total selama dua hari.

“Kemarin sama sekali tidak nyala dua hari,” katanya.

Menanggapi gelombang pengaduan, pihak Perumda Air Minum Surya Sembada segera menurunkan tim teknis ke fasilitas pengolahan air. Manajer Tata Usaha dan Humas Surya Sembada, Louis Andilun Gatu, secara terbuka memohon maaf kepada seluruh pelanggan.

“Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena air yang keruh dan berbusa,” ujar Louis.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait