Coach Tavares Berdalih Faktor Cuaca Bikin Persebaya Hanya Raih 1 Poin di Lampung

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya memulai perjalanan di Super League 2026/2027 dengan berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9) sore. Skor pembuka dicetak Yann Mabella di babak pertama, sebelum akhirnya Bhayangkara menyamakan kedudukan melalui Allano Lima.

Head Coach Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui laga tersebut berjalan berat bagi kedua tim, tak hanya karena kualitas lawan, melainkan juga faktor cuaca yang turut menyulitkan permainan.

“Pertandingan ini bukan pertandingan yang mudah, ini adalah pertandingan yang sulit bagi kedua tim. Selain karena faktor cuaca yang sangat panas, angin juga kencang sehingga menyulitkan, beberapa kali passing sempat gagal. Tapi Persebaya mencetak peluang dan berbuah satu gol,” ujar Tavares, Minggu (6/9).

Tavares menegaskan bahwa bermain di markas Bhayangkara bukan perkara mudah. Sejak musim lalu, hanya Persib Bandung yang berhasil meraih kemenangan di tempat ini. Meski demikian, ia tetap merasa kecewa karena timnya sempat unggul lebih dulu namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

“Saya sedikit tidak puas karena kami ingin menang, apalagi kami mencetak gol duluan. Bhayangkara bukan tim yang mudah untuk dikalahkan, mereka tim yang kuat, terbukti dengan Alano pencetak gol itu datang dari bangku cadangan,” ungkapnya.

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti peran Alano yang dinilai mampu memberi perbedaan, bukan hanya lewat gol, melainkan pergerakannya di lini tengah yang menyulitkan pertahanan Persebaya. Meski demikian, Tavares lebih memilih fokus pada perbaikan timnya sendiri.

“Saya lebih fokus pada tim saya. Saya rasa tidak adil jika saya menilai performa individu lawan. Tapi bicara soal Alano, ia membuat perbedaan bukan hanya lewat gol, melainkan cara bermainnya di belakang lini tengah kami. Bhayangkara punya kedalaman skuad yang bagus karena pemain dengan catatan bagus pun bisa berada di bangku cadangan,” jelasnya.

Tavares menambahkan bahwa timnya perlu belajar untuk lebih tajam saat sudah unggul, agar tidak kembali kebobolan.

“Kami frustrasi karena saat mencetak gol duluan, kami harusnya bisa menjaga gawang tetap bersih. Kami perlu memperbaiki momen itu, dan terus berjuang untuk mencetak gol kedua sebelum lawan menyamakan kedudukan,” tegasnya.

Pemain Persebaya, Rachmat Irianto, juga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf atas hasil yang diraih. Ia mengakui laga tandang perdana memang selalu berat, dan berharap di laga kandang nanti tim bisa tampil lebih maksimal.

“Terima kasih untuk suporter Bonik dan Bonita yang sudah datang jauh-jauh dari Surabaya. Saya sedikit kecewa karena belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Tapi kita akan menatap laga kandang dan harus ambil poin di sana,” ujar pria yang akrab disapa Rian. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya memulai perjalanan di Super League 2026/2027 dengan berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9) sore. Skor pembuka dicetak Yann Mabella di babak pertama, sebelum akhirnya Bhayangkara menyamakan kedudukan melalui Allano Lima.

Head Coach Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui laga tersebut berjalan berat bagi kedua tim, tak hanya karena kualitas lawan, melainkan juga faktor cuaca yang turut menyulitkan permainan.

“Pertandingan ini bukan pertandingan yang mudah, ini adalah pertandingan yang sulit bagi kedua tim. Selain karena faktor cuaca yang sangat panas, angin juga kencang sehingga menyulitkan, beberapa kali passing sempat gagal. Tapi Persebaya mencetak peluang dan berbuah satu gol,” ujar Tavares, Minggu (6/9).

Tavares menegaskan bahwa bermain di markas Bhayangkara bukan perkara mudah. Sejak musim lalu, hanya Persib Bandung yang berhasil meraih kemenangan di tempat ini. Meski demikian, ia tetap merasa kecewa karena timnya sempat unggul lebih dulu namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

“Saya sedikit tidak puas karena kami ingin menang, apalagi kami mencetak gol duluan. Bhayangkara bukan tim yang mudah untuk dikalahkan, mereka tim yang kuat, terbukti dengan Alano pencetak gol itu datang dari bangku cadangan,” ungkapnya.

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti peran Alano yang dinilai mampu memberi perbedaan, bukan hanya lewat gol, melainkan pergerakannya di lini tengah yang menyulitkan pertahanan Persebaya. Meski demikian, Tavares lebih memilih fokus pada perbaikan timnya sendiri.

“Saya lebih fokus pada tim saya. Saya rasa tidak adil jika saya menilai performa individu lawan. Tapi bicara soal Alano, ia membuat perbedaan bukan hanya lewat gol, melainkan cara bermainnya di belakang lini tengah kami. Bhayangkara punya kedalaman skuad yang bagus karena pemain dengan catatan bagus pun bisa berada di bangku cadangan,” jelasnya.

Tavares menambahkan bahwa timnya perlu belajar untuk lebih tajam saat sudah unggul, agar tidak kembali kebobolan.

“Kami frustrasi karena saat mencetak gol duluan, kami harusnya bisa menjaga gawang tetap bersih. Kami perlu memperbaiki momen itu, dan terus berjuang untuk mencetak gol kedua sebelum lawan menyamakan kedudukan,” tegasnya.

Pemain Persebaya, Rachmat Irianto, juga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf atas hasil yang diraih. Ia mengakui laga tandang perdana memang selalu berat, dan berharap di laga kandang nanti tim bisa tampil lebih maksimal.

“Terima kasih untuk suporter Bonik dan Bonita yang sudah datang jauh-jauh dari Surabaya. Saya sedikit kecewa karena belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Tapi kita akan menatap laga kandang dan harus ambil poin di sana,” ujar pria yang akrab disapa Rian. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait