Jenguk Santri Korban Keracunan MBG di Sidoarjo, Wamenag Tegaskan Insiden Jadi Bahan Evaluasi

METROTODAY, SIDOARJO – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i menjenguk tujuh santri Pesantren Manbaul Hikam yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan dilakukan Wamenag didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Basnang Said.

Romo Syafi’i memberikan santunan kepada masing-masing santri sekaligus menyampaikan semangat dan doa agar mereka segera pulih. Usai menjenguk para santri, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pesantren Manbaul Hikam, yang diterima Ketua Yayasan Manbaul Hikam, KH Abdul Wachid Harun.

Ia juga menegaskan bahwa insiden ini justru menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan program MBG.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i menjenguk tujuh santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9). (Foto: istimewa)

“Dari kunjungan ke santri tadi, mereka menunggu dan sangat membutuhkan MBG. Program ini sudah berjalan beberapa bulan dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan. Baru kali ini terjadi masalah. Karena itu, harus ada investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” ujarnya, Jumat (4/9).

Berdasarkan informasi awal, keluhan para santri terutama berkaitan dengan menu telur dan sayuran. Namun, penyebab pasti masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang perlu kita pastikan adalah penyebabnya apa. Apakah proses memasaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam juknis. Ini yang perlu kita selesaikan,” jelasnya.

Ia menegaskan investigasi bukan untuk mempertanyakan keberlanjutan program. “Bukan investigasi yang masuk ke wilayah perlu atau tidaknya MBG, tetapi kita ingin mengetahui ada apa. Apalagi dari dapur yang sama, untuk anak-anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, baru terjadi hari ini. Tentu harus ada investigasi,” tegasnya.

Romo Syafi’i juga menyampaikan bahwa para santri justru tetap antusias dan menantikan kedatangan makanan MBG setiap harinya. “Artinya, MBG-nya, semuanya mengatakan mereka sangat senang dan menunggu datangnya makanan dari MBG,” ungkapnya.

METROTODAY, SIDOARJO – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i menjenguk tujuh santri Pesantren Manbaul Hikam yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan dilakukan Wamenag didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Basnang Said.

Romo Syafi’i memberikan santunan kepada masing-masing santri sekaligus menyampaikan semangat dan doa agar mereka segera pulih. Usai menjenguk para santri, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pesantren Manbaul Hikam, yang diterima Ketua Yayasan Manbaul Hikam, KH Abdul Wachid Harun.

Ia juga menegaskan bahwa insiden ini justru menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan program MBG.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i menjenguk tujuh santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9). (Foto: istimewa)

“Dari kunjungan ke santri tadi, mereka menunggu dan sangat membutuhkan MBG. Program ini sudah berjalan beberapa bulan dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan. Baru kali ini terjadi masalah. Karena itu, harus ada investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” ujarnya, Jumat (4/9).

Berdasarkan informasi awal, keluhan para santri terutama berkaitan dengan menu telur dan sayuran. Namun, penyebab pasti masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang perlu kita pastikan adalah penyebabnya apa. Apakah proses memasaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam juknis. Ini yang perlu kita selesaikan,” jelasnya.

Ia menegaskan investigasi bukan untuk mempertanyakan keberlanjutan program. “Bukan investigasi yang masuk ke wilayah perlu atau tidaknya MBG, tetapi kita ingin mengetahui ada apa. Apalagi dari dapur yang sama, untuk anak-anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, baru terjadi hari ini. Tentu harus ada investigasi,” tegasnya.

Romo Syafi’i juga menyampaikan bahwa para santri justru tetap antusias dan menantikan kedatangan makanan MBG setiap harinya. “Artinya, MBG-nya, semuanya mengatakan mereka sangat senang dan menunggu datangnya makanan dari MBG,” ungkapnya.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait