METROTODAY, SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (1/9/2026). Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).
Data hingga Selasa malam, total sebanyak 427 santri mendapat perawatan medis. Mereka tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya, RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RSI Siti Hajar, RS Pusura, RS Porong, RS Fatimah, dan Klinik Azka. Sebagian santri sudah mulai pulih dan kembali ke pondok atau pulang ke rumah.
Bupati Sidoarjo Subandi merespons cepat kejadian tersebut. Didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo, bupati menjenguk para santri pada Selasa (1/9/2026) malam.
Sebelumnya, Subandi bersama rombongan lebih dulu mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam Tanggulangin untuk melihat langsung kondisi para santri. Setelah itu, melanjutkan kunjungan ke sejumlah rumah sakit. Di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Subandi menepis kabar adanya santri yang meninggal dunai akibat keracunan tersebut. Seluruh pasien telah mendapatkan pelayanan medis dan kondisinya berangsur membaik.
”Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Bupati meminta jajarannya di Pemkab Sidoarjo berkoordinasi dengan rumah sakit yang merawat para santri. Pelayanan medis harus diberikan secara maksimal.
”Kami berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk melakukan penanganan dan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” ujarnya.
Bupati Subandi menyatakan segera memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. ”Besok (Rabu) kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” kata Subandi.
Pemeriksaan akan mencakup kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya. Aspek perizinan penyedia makanan juga akan diperiksa bersama dinas terkait.
”Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegasnya. (mt)


