METROTODAY, SURABAYA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (31/8).
Sejak sore hari, para mahasiswa telah memadati dan melingkari jalan di depan Grahadi, sehingga pihak kepolisian terpaksa menutup sementara akses jalan tersebut demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Aksi ini tidak hanya berupa orasi, tetapi juga diisi dengan pementasan teatrikal yang menggambarkan kondisi rakyat. Para mahasiswa juga mencoret-coret aspal jalan dengan kapur berwarna-warni, serta meletakkan sejumlah foto pejabat negara di atas permukaan jalan sebagai bentuk protes simbolis.
Ketua BEM Universitas Airlangga, M. Rizqi Senja Virawan, menjelaskan bahwa aksi ini digelar untuk merefleksikan kondisi bangsa saat ini. Ia menyoroti ketimpangan antara besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah dengan kondisi nyata masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan dan bencana.
“Aksi ini untuk merefleksikan kondisi bangsa hari ini. Karena kalau kita lihat hari ini pemerintah masih se-gencar-gencarnya menggelontorkan anggaran untuk MBG dan KDMP, tetapi kalau kita lihat kondisi bangsa hari ini,” tuturnya.
Ia menilai bencana-bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti di NTT, di Kalimantan, di Aceh yang belum pulih, di Lampung, di Papua juga kemarin. “Negara belum benar-benar bisa hadir,” tegas Rizqi.
Mahasiswa menuntut perhatian serius pemerintah agar tidak hanya fokus pada program-program tertentu, tetapi juga benar-benar hadir dan mengatasi kesulitan rakyat di daerah-daerah yang terdampak bencana dan kemiskinan. Hingga berita ini diturunkan, para mahasiswa masih bertahan di lokasi menyampaikan aspirasi mereka. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (31/8).
Sejak sore hari, para mahasiswa telah memadati dan melingkari jalan di depan Grahadi, sehingga pihak kepolisian terpaksa menutup sementara akses jalan tersebut demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Aksi ini tidak hanya berupa orasi, tetapi juga diisi dengan pementasan teatrikal yang menggambarkan kondisi rakyat. Para mahasiswa juga mencoret-coret aspal jalan dengan kapur berwarna-warni, serta meletakkan sejumlah foto pejabat negara di atas permukaan jalan sebagai bentuk protes simbolis.
Ketua BEM Universitas Airlangga, M. Rizqi Senja Virawan, menjelaskan bahwa aksi ini digelar untuk merefleksikan kondisi bangsa saat ini. Ia menyoroti ketimpangan antara besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah dengan kondisi nyata masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan dan bencana.
“Aksi ini untuk merefleksikan kondisi bangsa hari ini. Karena kalau kita lihat hari ini pemerintah masih se-gencar-gencarnya menggelontorkan anggaran untuk MBG dan KDMP, tetapi kalau kita lihat kondisi bangsa hari ini,” tuturnya.
Ia menilai bencana-bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti di NTT, di Kalimantan, di Aceh yang belum pulih, di Lampung, di Papua juga kemarin. “Negara belum benar-benar bisa hadir,” tegas Rizqi.
Mahasiswa menuntut perhatian serius pemerintah agar tidak hanya fokus pada program-program tertentu, tetapi juga benar-benar hadir dan mengatasi kesulitan rakyat di daerah-daerah yang terdampak bencana dan kemiskinan. Hingga berita ini diturunkan, para mahasiswa masih bertahan di lokasi menyampaikan aspirasi mereka. (ahm)