Revitalisasi Lapangan Potro Agung Surabaya Habiskan Rp2,4 Miliar, Siap Dikelola Mandiri Warga

METROTODAY, SURABAYA – Wajah Lapangan Potro Agung di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, kini berubah drastis. Dahulu dikenal sebagai lahan yang gersang dan berpasir, tempat tersebut telah bertransformasi menjadi pusat kebugaran modern atau sport center yang hijau dan lengkap.

Peresmian fasilitas ini ditandai dengan pertandingan persahabatan mini soccer yang diikuti langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama para mantan pemain Persebaya pada Minggu (5/7) pagi.

Dibangun di atas lahan seluas 4.700 meter persegi, fasilitas olahraga terpadu ini kini dilengkapi berbagai sarana pendukung, mulai dari lapangan mini soccer, jalur lari (jogging track), lapangan basket, hingga lapangan voli.

Revitalisasi ini merupakan jawaban atas harapan warga sekitar yang telah disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan dua tahun silam.

“Apapun akan terus kita perbaiki untuk Surabaya, namun anggarannya harus disesuaikan dengan skala prioritas. Kini, Lapangan Potro Agung yang legendaris ini akhirnya selesai dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 2,4 miliar,” kata Eri.

Ke depannya, pengelolaan fasilitas ini akan diserahkan sepenuhnya kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) secara kelembagaan bersama warga sekitar.

Wali Kota menegaskan agar pengelolaan dilakukan secara mandiri, termasuk memanfaatkan hasil penyewaan fasilitas untuk menutupi biaya perawatan agar tidak lagi membebani anggaran daerah.

“Saya berpesan, jika sudah dikelola dan disewakan, pendapatannya harus dikelola dengan baik. Jangan sampai lapangannya rusak, namun hasil sewanya tidak digunakan untuk perbaikan, lalu kembali meminta bantuan ke Pemkot. Manajemen pemeliharaan harus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain untuk menjaga keberlangsungan fasilitas, keberadaan tempat ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga sekitar, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang dapat terlibat saat diadakan kegiatan olahraga.

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, fasilitas ini dirancang menjadi ruang publik yang sehat dan aman bagi anak muda. Pemerintah kota memastikan penerangan yang memadai dipasang di seluruh area agar tetap terjaga keamanannya hingga malam hari dan terhindar dari aktivitas negatif.

“Jangan sampai saat malam hari tempat ini sepi lalu disalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Oleh karena itu, penerangan akan dibuat sebaik mungkin agar terang dan aman. Tempat ini harus menjadi pusat kegiatan positif bagi anak muda,” imbuhnya.

Untuk memastikan pengelolaan berjalan sesuai harapan, Pemkot Surabaya akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali. Jika perawatan terjaga dengan baik, kerja sama pengelolaan akan terus dilanjutkan.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya agar fasilitas umum tidak terbengkalai. Evaluasi rutin ini adalah bentuk kerja sama gotong royong antara pemerintah dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Wajah Lapangan Potro Agung di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, kini berubah drastis. Dahulu dikenal sebagai lahan yang gersang dan berpasir, tempat tersebut telah bertransformasi menjadi pusat kebugaran modern atau sport center yang hijau dan lengkap.

Peresmian fasilitas ini ditandai dengan pertandingan persahabatan mini soccer yang diikuti langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama para mantan pemain Persebaya pada Minggu (5/7) pagi.

Dibangun di atas lahan seluas 4.700 meter persegi, fasilitas olahraga terpadu ini kini dilengkapi berbagai sarana pendukung, mulai dari lapangan mini soccer, jalur lari (jogging track), lapangan basket, hingga lapangan voli.

Revitalisasi ini merupakan jawaban atas harapan warga sekitar yang telah disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan dua tahun silam.

“Apapun akan terus kita perbaiki untuk Surabaya, namun anggarannya harus disesuaikan dengan skala prioritas. Kini, Lapangan Potro Agung yang legendaris ini akhirnya selesai dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 2,4 miliar,” kata Eri.

Ke depannya, pengelolaan fasilitas ini akan diserahkan sepenuhnya kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) secara kelembagaan bersama warga sekitar.

Wali Kota menegaskan agar pengelolaan dilakukan secara mandiri, termasuk memanfaatkan hasil penyewaan fasilitas untuk menutupi biaya perawatan agar tidak lagi membebani anggaran daerah.

“Saya berpesan, jika sudah dikelola dan disewakan, pendapatannya harus dikelola dengan baik. Jangan sampai lapangannya rusak, namun hasil sewanya tidak digunakan untuk perbaikan, lalu kembali meminta bantuan ke Pemkot. Manajemen pemeliharaan harus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain untuk menjaga keberlangsungan fasilitas, keberadaan tempat ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga sekitar, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang dapat terlibat saat diadakan kegiatan olahraga.

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, fasilitas ini dirancang menjadi ruang publik yang sehat dan aman bagi anak muda. Pemerintah kota memastikan penerangan yang memadai dipasang di seluruh area agar tetap terjaga keamanannya hingga malam hari dan terhindar dari aktivitas negatif.

“Jangan sampai saat malam hari tempat ini sepi lalu disalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Oleh karena itu, penerangan akan dibuat sebaik mungkin agar terang dan aman. Tempat ini harus menjadi pusat kegiatan positif bagi anak muda,” imbuhnya.

Untuk memastikan pengelolaan berjalan sesuai harapan, Pemkot Surabaya akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali. Jika perawatan terjaga dengan baik, kerja sama pengelolaan akan terus dilanjutkan.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya agar fasilitas umum tidak terbengkalai. Evaluasi rutin ini adalah bentuk kerja sama gotong royong antara pemerintah dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait