METROTODAY, SURABAYA – Puluhan pelaku usaha bengkel yang selama puluhan tahun beroperasi di pinggir Jalan Nias kini telah resmi menempati lokasi baru di Jalan Menur.
Penataan kawasan ini dilakukan Pemkot Surabaya demi mengatasi kemacetan, menjaga keselamatan lalu lintas, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, tanpa menggusur mata pencaharian warga.
Penataan kawasan Jalan Nias juga disertai pemasangan lampu penerangan, pemangkasan ranting pohon, serta pembersihan saluran drainase agar kawasan tersebut lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Koordinator pelaku usaha bengkel, Jekti Purwantoro atau akrab disapa Cak Lewan, mengaku sempat terkejut saat Wali Kota Eri Cahyadi datang meninjau lokasi. Namun pandangannya berubah setelah diajak melihat langsung kesiapan lokasi baru.

“Saya dan teman-teman diajak melihat lokasi di Menur. Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai untuk aktivitas perbengkelan. Kami bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman. Terima kasih kepada Pemkot Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi,” ujar Cak Lewan, Senin (6/7).
Pria yang telah bekerja di Jalan Nias sejak 1985 ini menambahkan bahwa sebelumnya aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan dilakukan di bahu jalan sehingga selalu berisiko terjadinya kecelakaan. Kini mereka memiliki tempat khusus yang lebih aman tanpa mengganggu arus lalu lintas.
“Kami tidak dipungut biaya sepeser pun. Sesuai janji Bapak Wali Kota, kami tinggal menempati lokasi yang sudah disiapkan. Bahkan jika masih ada fasilitas yang kurang, Pemkot siap membantu melengkapinya,” tambahnya.
Saat ini sekitar 20 pekerja telah beroperasi di lokasi baru, melayani pesanan yang tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari Madura, Kediri, hingga Malang.
Relokasi ini juga mendapat sambutan positif dari warga Kelurahan Manyar Sabrangan. Ketua LPMK Kelurahan Manyar Sabrangan, Basuki Nugroho, menilai langkah ini sebagai solusi terbaik yang menata kawasan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha warga.
“Ini mencerminkan semangat Kampung Pancasila: saling menerima, gotong royong, dan membangun bersama tanpa memandang batas wilayah. Kami berharap keberadaan mereka juga bisa membuka peluang kerja bagi warga sekitar,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 06 RW 01 Sunardi dan warga setempat Nanang. Mereka berharap ke depan terjalin kerukunan yang baik, saling menjaga kebersihan dan ketertiban, serta bersama-sama memajukan perekonomian lingkungan.
Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa penataan kawasan Jalan Nias bukan bertujuan menghentikan usaha warga, melainkan memindahkan ke tempat yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan bagi semua pihak. (ahm)

